Liputan6.com, Bantul: Pusat desa kerajinan atau Pasar Kriya Desa Kasongan, Bantul, Yogyakarta, sebelumnya dibangun sebagai pusat percontohan pengembangan kerajinan terbesar di provinsi tersebut. Tak heran bila peresmian Pasar Kriya, tahun 1997, yang dilakukan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Joop Ave bersamaan dengan penyelenggaraan International Conference Cultur Tourism di Yogyakarta.
Namun, karena lokasi pasar tak strategis, ratusan perajin keramik Kasongan lebih memilih memajang hasil kerajinannya di sejumlah jalan besar. Padahal, sejumlah fasilitas dengan harga mahal telanjur dibangun pemerintah di pasar tersebut. Akibatnya, sejumlah fasilitas di kawasan itu menjadi rusak dan terbengkalai. Sejumlah benda antik yang dianggap menjadi cikal bakal perkembangan seni kerajinan gerabah dan keramik di Yogyakarta, seperti mesin oven kuno juga terlihat rusak parah.
Menurut perajin Bejo, Pasar Kriya kini jarang dikunjungi wisatawan. Selain lokasinya cukup terpencil, Pasar Kriya juga berada di tepi Sungai Bedog yang kotor. Padahal, beberapa tahun silam, dinas pariwisata setempat selalu memanfaatkan kawasan ini untuk berbagai kegiatan seni budaya. Saat ini, Pasar Kriya tak dilirik lagi oleh investor maupun wisatawan. Sebab, pemda belum membenahi kondisi Pasar Kriya.(COK/Wiwik Susilo)
Namun, karena lokasi pasar tak strategis, ratusan perajin keramik Kasongan lebih memilih memajang hasil kerajinannya di sejumlah jalan besar. Padahal, sejumlah fasilitas dengan harga mahal telanjur dibangun pemerintah di pasar tersebut. Akibatnya, sejumlah fasilitas di kawasan itu menjadi rusak dan terbengkalai. Sejumlah benda antik yang dianggap menjadi cikal bakal perkembangan seni kerajinan gerabah dan keramik di Yogyakarta, seperti mesin oven kuno juga terlihat rusak parah.
Menurut perajin Bejo, Pasar Kriya kini jarang dikunjungi wisatawan. Selain lokasinya cukup terpencil, Pasar Kriya juga berada di tepi Sungai Bedog yang kotor. Padahal, beberapa tahun silam, dinas pariwisata setempat selalu memanfaatkan kawasan ini untuk berbagai kegiatan seni budaya. Saat ini, Pasar Kriya tak dilirik lagi oleh investor maupun wisatawan. Sebab, pemda belum membenahi kondisi Pasar Kriya.(COK/Wiwik Susilo)