Tanggul jebol sekitar pukul 20.30 WIB karena volume semburan lumpur yang semakin banyak. Jika awalnya luapan hanya 5.000 meter kubik per hari kini lumpur yang keluar diperkirakan mencapai 126 ribu meter kubik per hari. Berdasarkan pantauan SCTV, luberan lumpur di sepanjang Kilometer 37-38 sudah setinggi lutut orang dewasa. Posko pemantauan lumpur di sana juga ikut tergenang dan seluruh peralatan kerja petugas PT Jasa Marga akhirnya dievakuasi .
Sahroni, seorang warga Kedung Bendo begitu mendengar tanggul bocor segera melihat kondisi rumahnya. Malang Sahroni terjebak lumpur yang mengalir deras ke arah rumahnya. Usahanya naik ke genteng rumah tak berhasil. Empat tetangga yang mencoba menolong mantan anggota TNI itu juga ikut terjebak. Mereka baru bisa diselamatkan sekitar pukul 01.00 WIB menggunakan alat berat.
Advertisement
Semburan lumpur akibat eksplorasi tambang PT Lapindo Brantas dipicu adanya gunung lumpur di bawah lokasi proyek. Dugaan tersebut dikemukakan tiga ilmuwan gunung lumpur, Adriano Masini, Anders Nermoon, dan Gregory Ahmanov. Mereka dalam sepekan terakhir intensif melakukan penelitian di Sidoarjo.
Para peneliti asal Norwegia dan Rusia ini mengaku belum dapat memastikan apakah semburan bisa dihentikan dan berapa banyak lumpur yang tersisa di perut bumi. Menurut mereka, Indonesia merupakan kawasan yang berkonstruksi gunung lumpur. Karena tak selalu berbentuk gunung, terkadang keberadaan gunung lumpur tidak diketahui saat proses pembangunan.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)