Liputan6.com, Pemalang: Harapan pengrajin konveksi di Pemalang, Jawa Tengah, untuk memetik keuntungan besar saat menjelang Lebaran tahun ini kandas sudah. Pasalnya pesanan yang biasanya meningkat pesat kini menurun drastis. Aktivitas produksi memang tidak terhenti, namun jauh lebih sedikit dibanding Ramadan tahun lalu.
Damir, pengrajin konveksi di Desa Ambo Wetan, Ulujami, Pemalang, bahkan mengaku sejak dua bulan terakhir usahanya sudah mulai sepi. Kini setiap pekannya Damir hanya menerima maksimal 50 lusin pesanan. Padahal dalam kondisi normal pesanan bisa mencapai 100 lusin. Yang menyakitkan Damir, sepinya pesanan juga dibarengi turunnya harga produk konveksi di pasaran. Sedangkan harga bahan baku utama berupa kain dan benang justru naik hingga 15 persen.(ADO/Budi Harto)
Damir, pengrajin konveksi di Desa Ambo Wetan, Ulujami, Pemalang, bahkan mengaku sejak dua bulan terakhir usahanya sudah mulai sepi. Kini setiap pekannya Damir hanya menerima maksimal 50 lusin pesanan. Padahal dalam kondisi normal pesanan bisa mencapai 100 lusin. Yang menyakitkan Damir, sepinya pesanan juga dibarengi turunnya harga produk konveksi di pasaran. Sedangkan harga bahan baku utama berupa kain dan benang justru naik hingga 15 persen.(ADO/Budi Harto)