Liputan6.com, Bangkok: Komisi Antikorupsi Nasional Thailand menggelar rapat perdana di Bangkok, Thailand, Senin (25/9). Agenda rapat kali ini adalah membahas rencana penyelidikan ribuan kasus korupsi yang terbengkalai selama lima tahun pemerintahan Thaksin Sinawatra. Namun penyelidikan akan dikhususkan pada kasus korupsi yang dilakukan para politisi.
Rapat itu adalah bagian dari janji pemegang tampuk pemerintahan sementara Thailand Jenderal Sonthi Boonyaratkalin dalam memberantas korupsi di dalam negerinya. Komisi Anti Korupsi Nasional Thailand ini akan bekerja dengan sebuah komisi khusus yang dibentuk Dewan Reformasi Demokratis (CDRM) semalam. Berbeda dengan komisi antikorupsi, komisi khusus yang bertugas satu tahun ini juga berwenang menyita harta semua petinggi pemerintahan beserta keluarganya jika terbukti diperoleh hasil korupsi.
Di sisi lain, tentara Thailand kembali memasuki Kota Bangkok sehari setelah ditarik keluar. Langkah ini disinyalir sebagai bagian penempatan kembali pasukan di sejumlah lokasi strategis di Bangkok. Pasukan dan tank akan ditarik jika pemerintahan baru telah terbentuk yang diperkirakan paling lambat Rabu mendatang [].(YAN)
Rapat itu adalah bagian dari janji pemegang tampuk pemerintahan sementara Thailand Jenderal Sonthi Boonyaratkalin dalam memberantas korupsi di dalam negerinya. Komisi Anti Korupsi Nasional Thailand ini akan bekerja dengan sebuah komisi khusus yang dibentuk Dewan Reformasi Demokratis (CDRM) semalam. Berbeda dengan komisi antikorupsi, komisi khusus yang bertugas satu tahun ini juga berwenang menyita harta semua petinggi pemerintahan beserta keluarganya jika terbukti diperoleh hasil korupsi.
Di sisi lain, tentara Thailand kembali memasuki Kota Bangkok sehari setelah ditarik keluar. Langkah ini disinyalir sebagai bagian penempatan kembali pasukan di sejumlah lokasi strategis di Bangkok. Pasukan dan tank akan ditarik jika pemerintahan baru telah terbentuk yang diperkirakan paling lambat Rabu mendatang [].(YAN)