Kardiologi Intervensi, Jantung Sembuh Tanpa Operasi

Keberhasilan metode kardiologi intervensi mencapai 95 persen. RS Medistra Jakarta menyiarkan langsung pelaksanaan penyembuhan jantung koroner dengan teknik kardiologi intervensi ke Kongres Ahli Jantung se-Asia Pasifik di Kobe, Jepang.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 September 2006, 14:24 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Penyakit jantung koroner hingga saat ini masih menjadi momok nomor satu. Penyakit ini masih menduduki posisi pertama sebagai pembunuh manusia di Indonesia bahkan di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat 60 persen dari seluruh kematian diakibatkan jantung koroner. Separuh di antaranya adalah serangan jantung mendadak.

Untuk itu, dunia medis terus berpacu dengan waktu mengembangkan teknik terbaik untuk membantu para penderita. Salah satunya adalah teknik kardiologi intervensi yang memungkinkan pasien ditangani tanpa melalui operasi. Teknik yang sebenarnya telah dikenal di Indonesia sejak lama ini telah berkembang pesat.

Teknik kardiologi intervensi di Indonesia terbilang cukup maju. Bahkan, mampu bersaing dengan Cina, Korea Selatan, dan Jepang. Buktinya, Rumah Sakit Medistra Jakarta dipilih sebagai tempat pelaksanaan penyembuhan jantung dengan teknik kardiologi intervensi yang juga disiarkan langsung SCTV ke Kongres Ahli Jantung se-Asia Pasifik di Kobe, Jepang. "Indonesia dipilih sebagai center melakukan kardiologi intervensi yang baik," ujar Ardian, ahli kardiologi intervensi RS Medistra kepada SCTV, Sabtu (23/9) [].

Menurut Ardian, teknik kardiologi intervensi secara sederhana adalah teknik pengobatan penyakit jantung koroner melalui kateterisasi. Kateter dimasukkan ke tubuh pasien melalui pembuluh nadi di tangan atau paha. Melalui bantuan kamera mini, dokter membuka penyempitan pembuluh darah dengan balon. Termasuk memasang alat anti penyumbatan pembuluh darah. "Tanpa operasi dan berlangsung 45 menit hingga dua jam," ujar Ardian.

Kardiologi intervensi kini menjadi salah satu teknik yang diminati pasien. Alasannya, metode ini mempunyai tingkat keberhasilan tinggi yakni mencapai 95 persen. Selain jantung koroner, teknik ini mampu mengobati banyak varian penyakit jantung seperti penyakit jantung bawaan, penyakit otot jantung, dan kebocoran katup jantung.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya