Dua Kecamatan di Sidoarjo Terancam Tenggelam

Sejumlah desa di dua kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur, terancam tenggelam akibat luberan lumpur Lapindo yang tak kunjung berhenti. Warga sejauh ini sudah mengevakuasi anggota keluarga maupun harta benda.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 September 2006, 00:49 WIB
Liputan6.com: Sidoarjo: Luberan lumpur panas hasil eksplorasi PT Lapindo Brantas terus mengancam menenggelamkan sejumlah kawasan. Setelah empat desa di Kecamatan Porong, beberapa desa di dua kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur, juga terancam akan tenggelam. Ancaman ini terkait dengan kondisi luapan lumpur Lapindo yang belum bisa dihentikan setelah tiga bulan lebih berlangsung.

Berdasarkan pemantauan SCTV, Rabu (13/9), sejumlah desa yang terancam tenggelam di antaranya Besuki, Kedung Cangkring, dan Babadan di Kecamatan Jabon dan Desa Mindi di Kecamatan Porong. Di Desa Mindi dan Besuki, rumah warga hanya berjarak puluhan meter dari tanggul utama yang menghalangi luberan lumpur Lapindo. Sejak dua pekan silam, luapan lumpur meluber hingga ke halaman rumah dan merendam lahan persawahan mereka.

Menurut sejumlah warga Desa Besuki, mereka sudah mengevakuasi seluruh harta bendanya ke rumah kontrakan yang jauh dari rumahnya. Mereka terpaksa melakukannya karena khawatir luapan lumpur akan kian parah saat musim hujan tiba. Apalagi, sejauh ini tak ada tanda-tanda luapan lumpur akan berhenti.

Sebelumnya sebanyak empat desa di Kecamatan Porong sudah duluan tenggelam, yakni Kedungbendo, Siring, Rono Kenongo, dan Jatirejo. Umumnya warga desa yang tenggelam sudah menyelamatkan sanak keluarga maupun harta benda mereka sebelumnya ke tempat yang aman [baca: Desa Jatirejo Hampir Tenggelam].(ORS/Jeremy Teti dan Ari Wiryawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya