Menanggapi permintaan tersebut, Elminus menegaskan pihaknya akan menghentikan perang jika pemerintah dan PT Freeport mencairkan dana untuk proses penyelesaian secara adat. Dia meminta nyawa yang melayang akibat bentrokan dibayar antara Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Selama konflik berlangsung dari korban 17 warga, enam di antaranya dari kubu Elminus. Alpius berjanji akan meminta Bupati Mimika dan pemerintah segera memenuhi tuntutan tersebut [baca: Pertikaian di Mimika Berhenti Sesaat].
Sementara Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Tommy Jacobus membantah bila polisi membiarkan bentrokan terus terjadi. Jacobus meminta seluruh unsur masyarakat, Majelis Rakyat Papua, dan tokoh adat melakukan pendekatan adat untuk mengakhiri pertikaian.
Advertisement
Jacobus menambahkan, polisi menghindari tindakan tegas. Ini karena polisi khawatir bila langsung kontak senjata dengan masyarakat dan kemudian menimbulkan korban akan dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.(IAN/Carlos Pardede dan Anis Wangge)