Titik Panas Menurun, Kabut Asap Tetap

Berdasarkan pantauan satelit penjajak panas, jumlah titik api terutama di Kalimantan turun hingga 70 persen. Namun kabut asap masih belum hilang karena pembakaran lahan untuk pertanian masih marak.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Agustus 2006, 18:19 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pantauan satelit penjajak panas menunjukkan penurunan jumlah titik api terutama di Kalimatan hingga 70 persen dibanding pekan silam. Penurunan ini disebabkan pemadaman serta sudah mulai turunnya hujan di daerah tersebut. "Cukup signifikan penurunannya," kata Tri Wibowo, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dari Departemen Kehutanan di Jakarta, Rabu (23/8).

Berdasarkan catatan Departemen Kehutanan, titik panas yang terpantau di Kalimantan Barat mencapai 1.925 titik pada 15 Agustus silam. Sedangkan jumlah titik panas kemarin menjadi hanya 71 buah. Kondisi yang sama terlihat di sejumlah tempat lain di Kalimantan.

Kendati jumlah titik api mulai turun, kabut asap belum juga hilang. Di Pontianak, misalnya, kabut asap masih tampak lantaran pembakaran lahan gambut untuk pertanian kembali marak. Dari pantauan udara dengan helikopter terlihat jelas asap tebal yang mengepul dari hasil pembakaran lahan. Padahal di daerah itu dua hari silam telah turun hujan [].

Untuk mencegah pembakaran lahan berlanjut, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat kembali menyebarkan selebaran lewat udara. Isinya antara lain, imbauan mengenai bahaya kabut asap serta ancaman denda dan hukuman bagi yang melanggar. "Kalau memang perlu tentu akan kita tangkap," tegas Kepala Biro Operasional Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Priyatna.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya