Album ini juga kado untuk Republik Indonesia yang berulang tahun ke-61. "Karena kita musisi kita kasih album," kata basis, Ronny saat bincang-bincang dengan reporter SCTV Linda Mada, Ahad (20/8) pagi. Selain itu, album ini dimaksudkan untuk melestarikan lagu nasional. "Belakangan jarang kita dengar," tambah Edwin, gitaris Cokelat.
Edwin menambahkan, pemilihan lagu dalam album ini berdasarkan tema. "Lagu yang kita suka dan temanya harus berbeda," ujar pria yang bernama lengkap Edwin Marshal Syarif ini. Adapun lagu pada album baru itu antara lain, Satu Nusa Satu Bangsa, Tanah Airku, Syukur, Bangun Pemudi Pemuda, Halo-Halo Bandung, dan Hari Merdeka.
Advertisement
Single pertama album ini adalah lagu ciptaan L. Manik, Satu Nusa Satu Bangsa. Pasalnya tema lagu itu cukup mewakili kondisi Indonesia saat ini yang tengah dilanda banyak masalah. "Menurut kita dan pihak label [Sony BMG Musik Indonesia], kita perlu banget untuk campaig orang Indonesia untuk bersatu lagi," kata Edwin.
Pengerjaan album ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Pemilihan dan penggarapan aransemen dikerjakan di tengah-tengah promo tur album The Best Of Cokelat "Tak Pernah Padam" di beberapa daerah. "Kita semua ngerjain demonya di jalan," kata Ronny sambil menambahkan, "Ada yang dibikin di Kota Palu dan Bangka sampai akhirnya rekaman musik dasar di Bali,".
Pulau Dewata dipilih untuk proses rekaman karena identik dengan wisata Indonesia. "Untuk mengambil alam indahnya Indonesianya ya Bali," ungkap gitaris berambut gondrong itu. Tidak hanya proses rekaman, pemotretan gambar-gambar untuk sampul album ini pun dilakukan di Bali. Lima personel grup band yang mulai membuat lagu demo pada Juni 1996 ini berbaris dengan berpakaian ala Paskibra di pantai.
Di usianya yang genap 10 tahun, musik Cokelat makin mantap. Tiga kali bongkar pasang personel tak merubah konsep musik grup band yang mengusung aliran pop rock modern ini. Menurut Kikan, anggota yang keluar biasanya karena visinya mulai berbeda. "Untungnya kita nggak pernah yang nggak enak," kata sang vokalis ini.
Perubahan personel telah membuat Cokelat makin tegar. Kikan mengibaratkan kelompok musik yang membesarkan namanya ini adalah sebuah keluarga. "Kita berlima dekat banget satu sama lain," tambah istri dari pembetot bas grup Dewa 19, Yuke ini. Bermodal inilah Cokelat tetap eksis di jalur musik dan terus berkarya.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)