Warga Lebanon yang Tewas Mencapai 523 Orang

Pemerintah Lebanon mengumumkan warganya yang tewas akibat agresi Israel mencapai 532 orang. Angka tersebut diduga kuat akan bertambah karena proses evakuasi tersendat-sendat.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Agustus 2006, 14:14 WIB
Liputan6.com, Beirut: Korban tewas akibat peperangan antara Hizbullah-Israel terus berjatuhan. Pemerintah Lebanon mengumumkan jumlah penduduk yang tewas mencapai 532 orang. Namun, angka korban tewas sebenarnya menembus 750 jiwa mengingat proses evakuasi berjalan tersendat akibat Israel melanggar masa penangguhan serangan udara.

Israel memang ingkar janji. Sepanjang Selasa (1/8) kemarin, pasukan Zionis membombardir Desa Aita Al-Shab dari darat maupun udara. Tentara Israel juga sengit bertempur dengan gerilyawan Hizbullah di kawasan itu.

Hisbullah mengklaim serangan mereka melukai 35 prajurit Israel dan berhasil mengepung lawan. Sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice optimistis gencatan senjata bisa dilaksanakan pekan ini, karena sudah disetujui Deputi Perdana Menteri Israel Shimon Peres [baca: Menlu AS Optimistis Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Terwujud].

Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Mussa mengaku kecewa terhadap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak tegas menghentikan agresi Israel. Adapun Liga Arab secara umum mendukung posisi Lebanon menghadapi Israel. "Negara Arab bersatu. Tidak ada keraguan soal itu," kata Mussa ketika berdialog dengan reporter SCTV Mauluddin Anwar melalui sambungan internasional. Menurut Mussa, konflik Israel harus segera diselesaikan [baca: Perdamaian di Timur Tengah Mati].(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya