Ribuan Karyawan Berdemo, RUPSLB Telkom Jalan Terus

Penyerahan aset Divisi Regional IV Telkom ke Indosat mendapat tentangan dari ratusan karyawan Divre IV Telkom. Rizal Ramli menegaskan RUPSLB Telkom-Indosat tetap dilanjutkan.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Mei 2001, 07:18 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ratusan karyawan Divisi Regional (Divre) IV Telkom menggelar unjuk rasa di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Rabu (9/5) siang. Dalam aksi, para demonstran memprotes penyerahan aset Divre IV ke Indosat [baca Kontrak Telkom-Indosat Menunggu Rapat Pemegang Saham]. Selain itu, mereka menuntut perjanjian kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat segera dibatalkan. Pasalnya, para demonstran khawatir Indosat akan menjual saham tersebut kepada pihak asing.

Setelah puas menggelar unjuk rasa di Kantor Rizal Ramli, para demonstran melanjutkan aksi di Kantor Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi Jakarta. Dalam kesempatan itu, perwakilan karyawan sempat berdialog dengan Direktur Jenderal Postel Djamhari Sirad dan Direktur Utama Telkom Mohammad Nazief.

Seusai berdialog, Nazief menegaskan, aksi mogok karyawan Divre IV tak akan mempengaruhi jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diagendakan besok. Kepastian pelaksanaan RUPSLB itu juga ditegaskan Menko Perekonomian Rizal Ramli [baca: Rapat Pemegang Saham Telkom-Indosat Tetap Dilanjutkan ]. Menurut Rizal, jadi atau tidaknya RUPSLB ditentukan para pemegang saham dan tak bisa dipengaruhi siapa pun, termasuk parlemen.

Sementara itu, sekitar 800 karyawan Divre IV Jawa Tengah dan Distrik Telekomunikasi Semarang sudah berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan rekan mereka yang sudah ada di Ibu Kota, kemarin. Mereka berangkat dengan menumpang 14 bus dan beberapa kendaraan pribadi. Mereka mengaku akan menghadiri RUPSLB. Bahkan, keberangkatan mereka dilepas Ketua DPRD Tingkat I Jateng Mardiyo. Sayangnya, aksi menyebabkan pelayanan di Kantor Telkom yang ada di Jalan Pahlawan Semarang dan Yogyakarta jadi terganggu.

Sehari menjelang pelaksanaan RUPSLB, direksi kedua Badan Usaha Milik Negara itu berkunjung ke DPR. Pertemuan tertutup itu membicarakan berbagai masalah yang berkembang setelah penekenan perjanjian kerja sama kepemilikan silang kedua perusahaan itu, 15 Februari 2001. Namun, sebelumnya, DPR telah mengusulkan agar RUPSLB ditunda. Sebab, ada keberatan dari Serikat Karyawan Telkom dan Indosat.

Seusai pertemuan, anggota DPR Sofyan Usman mengatakan, kalangan Dewan tetap tak mendukung pelaksanaan RUPSLB. Ia juga menyesalkan ketidakhadiran Menteri Keuangan Prijadi Praptosuhardjo dalam pertemuan itu. "Pak menteri lebih senang pergi ke Honolulu, Hawaii, ketimbang memikirkan RUSPLB," kata Sofyan.

Dari informasi yang diterima SCTV, dalam RUPSLB besok, Telkom dan Indosat akan mengkaji ulang perjanjian jual beli Divre IV. Padahal, sebelumnya, selain menyerahkan Divre IV, Telkom juga akan menyerahkan 22,5 persen saham di Satelindo kepada PT Indosat. Namun, dari pelepasan itu, Telkom akan mendapat 35 persen saham Indosat di Telkom senilai US$ 975 juta.(COK/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya