Semula lomba digelar di Pantai Kuta. Namun karena isu gempa dan tsunami yang kian santer lomba akhirnya dipindah di depan kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat. Setiap anak diberi sebuah layang-layang untuk dilukis dengan menggunakan pensil warna dan krayon. Tiap peserta diberi waktu dua jam untuk menyelesaikan lukisan dengan tema bebas. Adapun penilaian hasil lomba berdasarkan atas kreativitas, kerapian, dan keindahan gambar. Selain piala dan piagam, para pemenang juga diberi hadiah uang tunai.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement