Israel Menjatuhkan Puluhan Ton Bom

Puluhan ton bom ini dijatuhkan untuk membunuh Syekh Sayyed Hassan Nasrallah yang dicurigai bersembunyi dalam sebuah bungker. Namun anggota Hizbullah menyatakan pemimpin mereka selamat dalam serangan itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Juli 2006, 01:54 WIB
Liputan6.com, Beirut: Serangan bertubi-tubi pasukan Israel ke wilayah Lebanon telah memasuki hari kesembilan. Gempuran tentara Negeri Zionis itu pun belum menampakkan tanda-tanda bakal berakhir. Hingga Kamis (20/7) malam, agresi militer Israel telah merenggut nyawa 300 warga Lebanon. Walau demikian serangan Israel juga tak kunjung menghentikan perlawanan anggota milisi Hizbullah [baca: Israel Memperluas Gempuran].

Belum lama ini, Israel menjatuhkan 23 ton bom di sebuah kawasan pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut. Serangan ini bertujuan membunuh pemimpin Hizbullah Syekh Sayyed Hassan Nasrallah yang dicurigai bersembunyi di dalam bungker. Namun gerilyawan Hizbullah mengatakan Nasrallah selamat dari serbuan Israel itu.

Dalam gempuran itu, pihak Tel Aviv mengklaim berhasil menghancurkan separuh dari persenjataan yang dimiliki kelompok Hizbullah. Sebaliknya, Kamis ini, sekitar 30 roket milik kelompok Syiah itu kembali menghantam sejumlah wilayah Israel meski tak menimbulkan korban jiwa. Sementara pertempuran di Avivim, sebuah desa di bagian utara Israel, menewaskan beberapa serdadu dan melukai delapan orang.

Sementara itu, seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap kedua belah pihak agar mengupayakan gencatan senjata tak digubris Israel. Sebab Amerika Serikat selaku pendukung Israel menolak penghentian tembak-menembak. Pemerintah Gedung Putih beralasan tak ada negosiasi dengan kelompok teroris.

Sebaliknya, pemerintah Negeri Adidaya menginginkan persenjataan kelompok Hizbullah segera dilucuti. Amerika juga mendesak perluasan kekuasaan pemerintah pimpinan Perdana Menteri Fuad Siniora atas Lebanon. Syarat utama lainnya adalah pembebasan dua prajurit Israel yang diculik pejuang Hizbullah [baca: Pasukan Israel Membombardir Lebanon Selatan]. Tiga syarat itulah yang diajukan untuk menghentikan agresi Israel ke Lebanon.

Pertempuran yang berkepanjangan itu menimbulkan aliran eksodus warga asing keluar Lebanon. Dan lebih dari setengah juta warga Lebanon juga mengungsi ke negara tetangga, seperti Suriah [baca: Warga Asing Eksodus dari Beirut].(ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya