Pascatawuran, Kampung Bujur Tengah Lengang

Warga Kampung Bujur Tengah, Kecamatan Batu Marmar di Pamekasan, Madura, Jatim langsung meninggalkan rumah pascabentrokan berdarah. Dalam penyisiran hari ini, polisi menemukan sejumlah senjata tajam.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Juli 2006, 18:45 WIB
Liputan6.com, Pamekasan: Suasana Kampung Bujur Tengah, Kecamatan Batu Marmar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (13/7) tampak lengang. Warga langsung meninggalkan rumah pascabentrokan antara dua kelompok massa yang menewaskan tujuh orang dan sembilan lainnya luka-luka. Adapun kasus perkelahian massal itu dipicu perselisihan antara mantan Kepala Desa Bujur Tengah Haji Baidawi dan Kepala Desa Bujur Tengah Haji Mursidi [baca: Carok di Pamekasan, Tujuh Orang Tewas].

Sempat terjadi ketegangan antara wartawan dan Wakil Kepala Kepolisian Pamekasan Komisaris Polisi Sudarmaji. Keributan terjadi karena Wakapolres melarang wartawan meliput suasana Kampung Bujur Tengah. Adapun dalam penyisiran ini polisi menemukan sejumlah senjata tajam. Senjata itu diduga milik warga yang terlibat dalam aksi carok. Adapun korban meninggal sudah dimakamkan. Sementara yang luka berat masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pamekasan.

Peristiwa berdarah itu mendapat tanggapan dari sosiolog Profesor Hotman M. Siahaan. Dia memandang, bentrokan seperti itu dapat terjadi jika solusi hukum belum mampu memenuhi martabat masyarakat terkait perebutan tanah. Tak mengherankan, bila kemudian mereka yang terlibat dalam perkelahian massal yang biasa disebut carok itu lebih mengedepankan hukum adat lokal. Hanya, dia mengatakan, sudah sepantasnya kasus berdarah seperti ini tak terulang di kemudian hari.(BOG/Sali Nawali)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya