Petani Menggali Dasar Sungai Citarik

Kekeringan selama selama dua bulan memaksa para petani di Kampung Ciluncat, Rancaekek, Bandung, Jabar, menggali dasar Sungai Citarik. Pasalnya dam Sungai Citarik yang mengairi sawah mereka mengering.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Juli 2006, 07:51 WIB
Liputan6.com, Bandung: Para petani di Kampung Ciluncat, Desa Tegal Umedang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berusaha menggali dasar Sungai Citarik, Jumat (7/7). Mereka berharap mendapatkan sumber air untuk mengairi sawah. Sebab, dam pembendung Sungai Citarik yang selama ini mengairi sawah mereka dalam kondisi mengering. Bendungan yang sebelumnya mampu menampung air hingga ketinggian 220 sentimeter ini, telah menurun drastis hingga mendekati batas nol sentimeter.

Kekeringan yang melanda sebagian besar areal persawahan di Kabupaten Bandung akibat musim kemarau panjang memang sangat meresahkan para petani. Selain terancam gagal panen, warga pun tidak bisa lagi mengairi sawah yang baru ditanami padi.

Musim kemarau yang telah berlangsung dua bulan ini membuat sejumlah debit air bendungan irigasi menyusut. Seperti yang terjadi pada bendungan di daerah aliran Sungai Citarik di Kampung Ciluncat.

Kemarau juga membuat debit air Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jabar, menyusut tiga meter sampai ketinggian hanya 99,7 meter. Kondisi ini membuat menyusutkan pasokan air untuk pertanian di Purwakarta dan empat kabupaten lain di Jabar, yaitu Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu [baca: ].(TNA/Patria dan Taufik Hidayat)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya