Liputan6.com, Gianyar: Bali selain terkenal dengan keindahan alam, juga dengan kreasi seninya. Satu di antaranya kerajinan seni lilin yang dibuat warga Desa Suwat, Kabupaten Gianyar, Bali. Perajin setempat mengaku memiliki omzet hingga jutaan rupiah. "Omzetnya sebulan satu sampai 18 [juta]," kata I Made Payadnya, pengusaha lilin, baru-baru ini.
Payadnya mengaku kerajinan lilin Gianyar mampu bertahan dan bahkan mengembangkan diri karena mempertahankan model dan bentuk khas Bali yakni bunga. Model bunga terlihat lebih unik dan alami karena pembuatannya dilakukan dengan tangan. Dengan 15 pegawai di bengkel kerjanya, Payadnya mampu membuat 2.000 kuntum bunga lilin yang di ekspor ke sejumlah negara. "Pasar Itali, Amerika Serikat, Jepang, hingga Australia," Payadnya menambahkan.
Untuk dapat bersaing, Payadnya juga terus mengembangkan produk dengan menyesuaikan permintaan pasar baik dari bentuk maupun ukuran. Untuk itu, ia masih harus mendatangkan bahan baku berupa parafin dari Cina yang lebih mudah dibentuk dan sangat lentur. Hasil kerajinan lilin ini dijual dengan harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung bentuk dan ukuran.(YAN/Aries Wicaksono)
Payadnya mengaku kerajinan lilin Gianyar mampu bertahan dan bahkan mengembangkan diri karena mempertahankan model dan bentuk khas Bali yakni bunga. Model bunga terlihat lebih unik dan alami karena pembuatannya dilakukan dengan tangan. Dengan 15 pegawai di bengkel kerjanya, Payadnya mampu membuat 2.000 kuntum bunga lilin yang di ekspor ke sejumlah negara. "Pasar Itali, Amerika Serikat, Jepang, hingga Australia," Payadnya menambahkan.
Untuk dapat bersaing, Payadnya juga terus mengembangkan produk dengan menyesuaikan permintaan pasar baik dari bentuk maupun ukuran. Untuk itu, ia masih harus mendatangkan bahan baku berupa parafin dari Cina yang lebih mudah dibentuk dan sangat lentur. Hasil kerajinan lilin ini dijual dengan harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung bentuk dan ukuran.(YAN/Aries Wicaksono)