Djoko Suyanto: Pulau Gosong Niger Masuk NKRI

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto membantah ada sengketa antara Indonesia dan Malaysia soal kepemilikan Pulau Gosong Niger. Pulau Nipah juga terancam dicaplok Singapura karena lama tak diberdayakan.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Mei 2006, 05:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto membantah terjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia terkait kepemilikan Pulau Gosong Niger di ujung Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dalam pernyataannya di Jakarta, belum lama ini, ia menekankan pulau tersebut masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Belakangan ini, baik Indonesia maupun Malaysia memperketat pengamanan di perairan Tanjungdatok, tepatnya di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Wilayah itu berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Peningkatan pengamanan ini berlangsung menyusul sengketa Pulau Gosong Niger antara kedua negara. Bahkan, beberapa waktu silam, Tentara Laut Diraja Malaysia menembaki kapal nelayan Indonesia. Negeri Jiran mengklaim Pulau Niger masuk dalam wilayahnya [baca: Indonesia-Malaysia Bersiaga di Perairan Tanjungdatok].

Tak cuma Pulau Gosong Niger yang rawan berpindah tangan. Pulau Nipah, salah satu pulau terluar di Provinsi Riau pun terancam dicaplok tetangganya, Singapura. Padahal, letak pulau ini sangat strategis untuk menjadi tempat persinggahan kapal-kapal asing.

Nipah sejauh ini belum sama sekali diberdayakan pemerintah sejak direklamasikan Megawati Sukarnoputri saat menjabat sebagai presiden pada 2004, yakni sebesar Rp 200 miliar. Pulau karang Nipah sebelum direklamasi cuma tampak saat air laut surut.

Koresponden SCTV Erwan Buntaro dan Aloysius Aran melaporkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendesak pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola pulau itu. Sebab, selain sebagai tempat persinggahan kapal-kapal, pulau ini juga bisa dikembangkan sebagai tempat wisata dan pelabuhan peti kemas.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya