Alfredo juga mengkritik pemerintah yang terlambat menangani ketidakadilan di tubuh militer. Puncaknya adalah kemarahan para tentara yang dipecat karena pemerintah tidak punya uang untuk membayar. "Mereka [pemerintah] memiliki waktu cukup banyak, mengapa [kasus] tak dipecahkan," kata Alfredo. Dia juga mempersoalkan langkah pemerintah yang tidak juga menuntaskan berbagai masalah, padahal sudah membentuk tim investigasi. Meski bukan salah satu tentara yang dipecat, Reinaldo dan kelompoknya memilih untuk meninggalkan tugas dan bergabung dengan kelompok pemberontak.
Mayor Alfredo dituding sebagai penyebab pemberontakan di Dili, 23 Mei silam. Dia diduga membuka tembakan ke arah tentara pemerintah di Distrik Becora yang menewaskan seorang warga dan melukai enam orang. Hingga kini, kontak senjata antara tentara pemerintah dan kelompok tentara pemberontak masih terjadi. Baku baku tembak ini telah menewaskan tiga orang dan delapan orang cedera [baca: ].(TNA)
Advertisement