Tumpukan sampah di Bandung memang tidak selamanya dibuang ke TPA Pasir Buluh. Rencananya, sampah-sampah di Kota Kembang dibuang ke daerah Pasir Bajing, Garut dan Babakan, Ciparay, Bandung. Namun sampai sekarang Pemkot Bandung belum mendapat izin dari kedua pemerintah daerah setempat itu.
Masalah sampah di Bandung mulai mengundang perhatian bahkan hingga ke tingkat nasional. Selain menebarkan aroma tidak sedap, sampah sudah menggunung di berbagai sudut Kota Bandung seperti di Jalan Sederhana, Jalan Bungur, dan Jalan Pasteur. Bahkan tumpukan sampah di beberapa tempat itu sudah penuh belatung.
Advertisement
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin dengan kondisi ini. Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar juga mengaku kecewa melihat pemandangan Bandung yang nyaris menjadi lautan sampah. Rahmat memberi waktu tiga pekan kepada Pemkot Bandung untuk menangani masalah ini [baca: Sampah Kota Bandung Akan Dibersihkan Secepatnya].
Sementara itu, ratusan warga Desa Wangun Harja, Lembang, Bandung mendatangi kantor desa menolak pembuangan sampah dari Kota Bandung di TPA Pasir Buluh. Mereka hanya mau menyediakan TPA seluas satu hektare dan itu pun hanya untuk menampung sampah dari kawasan Lembang dan sekitarnya. Warga takut tumpukan sampah akan mengganggu kesehatan mereka.
Penduduk Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi pun menolak kiriman sampah dari Bandung. Mereka menghadang dan memblokade ruas jalan menuju TPA Pasir Bajing. Warga menutup jalan setelah mendengar kabar akan kedatangan alat berat dan truk-truk sampah dari Bandung.
Selain memasang palang dan mendirikan tenda, aksi diwarnai pembakaran ban bekas di pintu gerbang TPA Pasir Bajing. Akibatnya sejumlah truk pengangkut sampah dari Kabupaten Garut tidak dapat membongkar muatan.
Namun, tindakan warga sebenarnya bertolak belakang dengan kesepakatan yang dicapai saat Gubernur Jawa Barat meninjau lokasi TPA Pasir Bajing. Ketika itu disepakati sampah dari Bandung dapat dibuang di TPA Pasir Bajing hanya untuk beberapa hari.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)