Awalnya ikan paus yang sudah terlihat kelelahan itu dikira warga setempat adalah ikan lumba-lumba yang biasa terlihat di pantai tersebut. Untuk mencegah mamalia ini mati kepanasan dan kelelahan, warga setempat bersama sejumlah personel polisi air dari Kepolisian Daerah Bali akhirnya melakukan penyelamatan untuk mengembalikannya ke tengah laut.
Namun, upaya itu sempat gagal karena ombak pasang dan angin kencang di perairan tersebut yang membahayakan upaya penyelamatan. Enam ikan paus tersebut kemudian diangkut dengan truk untuk dilepas di pantai yang memiliki ombak lebih tenang.
Advertisement
Saat diangkut truk, ikan tersebut kemudian dibungkus dengan pakaian untuk melindunginya dari sengatan matahari. Paus pembunuh kerdil itu kemudian disiram dengan air selama perjalanan. Menurut Neneng Setyasih dari Reef Check Indonesia, paus pembunuh kerdil itu diduga mengalami gangguan navigasi akibat tersangkut jaring nelayan sehingga terdampar ke pesisir pantai.(ZIZ/Putu Setiawan)