Hingga pukul 09.00 WIB, korban meninggal tercatat 14 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Korban tewas diperkirakan penumpang gelap karena saat kejadian kebanyakan berada di lokomotif bukan di gerbong penumpang. Seluruh jenazah yang belum diketahui identitasnya itu dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Muhammadiyah, Gubug. Sementara evakuasi korban lainnya hingga pagi tadi masih terus berlangsung. Upaya pertolongan sedikit terhambat karena hanya menggunakan peralatan seadanya.
Saksi mata menyebutkan, kecelakaan terjadi saat kereta Kertajaya sedang berhenti di Stasiun Gubug. Tiba-tiba masinis kereta Kertajaya mendapat perintah dari petugas stasiun agar melanjutkan lagi perjalanan. Namun, tak lama kemudian masinis diperintahkan lagi supaya menghentikan kereta. Pasalnya, dalam waktu bersamaan kereta api eksekutif Sembrani melintas pada jalur yang sama. Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan.
Advertisement
Jumat kemarin, dua rangkaian kereta api pengangkut minyak kelapa sawit tabrakan di Desa Fortuna, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagei, Sumut. Tabrakan yang sempat melumpuhkan jalur kereta api Medan-Rantau Parapat ini menelan dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka [baca: an].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)