Program bernama Pusat Pengembangan Anak Usia Dini ini berada di tengah-tengah sejumlah peternakan ayam. Lembaga donor internasional ini mengeluarkan anggaran Rp 192 juta untuk sebuah proyek yang merupakan gabungan taman kanak kanak, pos pelayanan terpadu, dan tempat penitipan anak. Rencananya di Kabupaten Tangerang akan dibangun minimal lima proyek sejenis.
Dalam konferensi flu burung di Beijing, Cina, tahun lalu Bank Dunia mengumpulkan komitmen dari negara donor sebesar US$ 1,9 miliar dan US$ 1 miliar berupa hibah untuk negara yang rawan terserang pandemi avian influenza. Pemerintah Indonesia sendiri memerlukan paling tidak Rp 9 triliun selama tiga tahun untuk program pemberantasan virus maut ini.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement