Panglima Pasukan Berani Mati Menjamin Jakarta Aman

Pasukan berani mati dijamin tak akan membuat keonaran. Seusai istighotsah pasukan akan ditarik ke Semarang, Jawa Tengah. Badan Musyawarah Betawi menyediakan tempat untuk Front Pembela Kebenaran.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 April 2001, 07:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Panglima Pasukan Berani Mati Kiai Nuril Arifin menjamin pasukannya tak akan bentrok dengan kelompok lain. Bahkan, seusai istighotsah ribuan anggota Front Pembela Kebenaran akan ditarik ke Semarang, Jawa Tengah. Namun, bila ada perebutan kekuasaan dan situasi genting pasukan akan ditarik lagi dan berjaga-jaga di Ibu Kota. Pernyataan tersebut disampaikan Nuril seusai bertemu Gubernur Jakarta Sutiyoso, Jumat pagi.

Nuril yang juga sering disapa Cak Nur meyakinkan warga Ibu Kota bahwa pasukannya tak akan membuat keonaran. Nuril pun dengan tegas menyatakan tak akan menyerang kelompok lain yang menentang Presiden Abdurrahman Wahid.

Jumat sore, pasukan berani mati demi Gus Dur dari Semarang tiba di Jakarta menggunakan bus Setya Bakti. Sebanyak 66 personel pasukan itu tiba di kawasan Gambir dipimpin koordinator lapangan Mukaini. Menurut Mukaini, pasukannya datang ke Jakarta bertujuan untuk menegakkan perdamaian.

Badan Musyawarah Betawi sekitar pukul 13.30 WIB menjemput rombongan pasukan berani mati yang mengantarnya ke Cagar Budaya Betawi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di Cagar Budaya Betawi inilah pasukan tersebut tinggal hingga selesai istighotsah.

Sementara itu, Panitia Istighotsah 29 April mendatang masih sibuk melakukan berbagai persiapan di Parkir Timur Senayan. Panggung untuk petinggi negara seperti presiden dan wakil presiden telah dibangun. Pangung secara keseluruhan dibangun dengan tiang penyangga besi yang diperkirakan dapat menampung 600 orang. Selain itu, juga dibangun tenda-tenda di setiap pojok lapangan yang difungsikan sebagai pusat informasi. Peserta istighotsah diperkirakan mencapai 300 ribu orang.

Dinas Kebakaran DKI Jakarta pun tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam mengamankan Ibu Kota dari berbagai kemungkinan menghadapi istighotsah dan Sidang Paripurna DPR 30 April mendatang. Menurut Kepala Dinas Kebakaran Jakarta Suharso, sekitar 1.600 petugas pemadam kebakaran berjaga selama 24 jam yang dibagi ke dalam tiga shift. Petugas pemadam kebakaran tak dizinkan cuti untuk dua pekan terakhir. Sebab harus mengoperasikan 100 armada. Selain itu, titik-titik sumber air telah diperiksa.

Menurut Suharso, pos pemadam kebakaran di Jakarta dinyatakan siap bila dibutuhkan. Dari 66 pos yang disiapkan 17 pos di Jakarta Pusat, 21 pos di Jakarta Timur, Jakarta Selatan 16 pos dan Jakarta Barat 12 pos.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya