Liputan6.com, Surabaya: Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah dokter Soetomo Surabaya, Jawa Timur, mulai melaksanakan operasi face off atau operasi pengangkatan total seluruh wajah Lisa--nama samaran, Selasa (28/3) pagi. Proses operasi dimulai dengan pengangkatan kulit wajah [baca: Persiapan Operasi Pertama Pengangkatan Kulit Wajah].
Lisa harus dioperasi setelah disiram air keras oleh rekannya sendiri tiga tahun silam. Lisa mengalami luka parut seluruh wajah. Operasi yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini diperkirakan akan memakan waktu 14 jam.
Tahap pertama operasi sendiri sudah selesai dan ternyata lebih cepat satu jam dari perkiraan semula yakni tiga jam. Kondisi Lisa dalam keadaan stabil dan tim dokter yang bekerja secara simultan terus memonitor fungsi tubuh pasien.
Kini operasi masih berlangsung dan memasuki tahap kedua. Tubuh pasien sudah dimiringkan ke bagian kiri atas. Sebelumnya pasien dimiringkan ke kanan atas untuk memulai pemotongan kulit wajah, punggung, dan paha. Tim dokter berharap kulit punggung dapat menutup kulit wajah pasien. Dan melakukan penyambungan langsung pada pembuluh darah untuk menjamin kulit yang menjadi donor bisa menutup wajah dengan baik.
Operasi yang sedikitnya melibatkan 50 tenaga medis mulai dari praoperasi hingga pascaoperasi ini disebut tersulit. Soalnya, harus menyambungkan pembuluh darah di daerah punggung dan pembuluh darah di wajah. Risikonya, kematian organ donor kulit punggung yang cukup tebal bila penyambungan tak berfungsi. Atau bisa jadi sudah tersambung namun mengalami penyumbatan sehingga jaringan tersebut akan mati. Meski begitu, tim dokter telah menyiapkan segala kemungkinan yang terburuk jika kulit donor itu gagal. Mereka akan melakukan penyayatan lain di bagian kulit lain.
Salah seorang saudara pasien berharap operasi ini berjalan lancar. Soalnya, ini adalah langkah terbaik sebab Lisa selama tiga tahun ini selalu mengurung diri dan tak pernah berhubungan dengan dunia luar.
Sehari sebelum operasi, tim dokter melakukan simulasi operasi. Dalam operasi ini, tim dokter akan melakukan tiga proses operasi yakni mengangkat jaringan parut wajah, menyayat kulit punggung yang akan digunakan untuk menutup wajah dan kelopak serta menyayat kulit paha untuk menutup luka di punggung. Bila proses operasi berjalan lancar, diharapkan bekas luka di wajah pasien dapat diperbaiki meski tidak seperti kondisi semula.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)
Lisa harus dioperasi setelah disiram air keras oleh rekannya sendiri tiga tahun silam. Lisa mengalami luka parut seluruh wajah. Operasi yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini diperkirakan akan memakan waktu 14 jam.
Tahap pertama operasi sendiri sudah selesai dan ternyata lebih cepat satu jam dari perkiraan semula yakni tiga jam. Kondisi Lisa dalam keadaan stabil dan tim dokter yang bekerja secara simultan terus memonitor fungsi tubuh pasien.
Kini operasi masih berlangsung dan memasuki tahap kedua. Tubuh pasien sudah dimiringkan ke bagian kiri atas. Sebelumnya pasien dimiringkan ke kanan atas untuk memulai pemotongan kulit wajah, punggung, dan paha. Tim dokter berharap kulit punggung dapat menutup kulit wajah pasien. Dan melakukan penyambungan langsung pada pembuluh darah untuk menjamin kulit yang menjadi donor bisa menutup wajah dengan baik.
Operasi yang sedikitnya melibatkan 50 tenaga medis mulai dari praoperasi hingga pascaoperasi ini disebut tersulit. Soalnya, harus menyambungkan pembuluh darah di daerah punggung dan pembuluh darah di wajah. Risikonya, kematian organ donor kulit punggung yang cukup tebal bila penyambungan tak berfungsi. Atau bisa jadi sudah tersambung namun mengalami penyumbatan sehingga jaringan tersebut akan mati. Meski begitu, tim dokter telah menyiapkan segala kemungkinan yang terburuk jika kulit donor itu gagal. Mereka akan melakukan penyayatan lain di bagian kulit lain.
Salah seorang saudara pasien berharap operasi ini berjalan lancar. Soalnya, ini adalah langkah terbaik sebab Lisa selama tiga tahun ini selalu mengurung diri dan tak pernah berhubungan dengan dunia luar.
Sehari sebelum operasi, tim dokter melakukan simulasi operasi. Dalam operasi ini, tim dokter akan melakukan tiga proses operasi yakni mengangkat jaringan parut wajah, menyayat kulit punggung yang akan digunakan untuk menutup wajah dan kelopak serta menyayat kulit paha untuk menutup luka di punggung. Bila proses operasi berjalan lancar, diharapkan bekas luka di wajah pasien dapat diperbaiki meski tidak seperti kondisi semula.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)