Raja Bhumibol Adulyadej Diminta Turun Tangan

Penentang PM Thaksin Sinawatra meminta Raja Bhumibol Adulyadej turun tangan menengahi konflik politik yang mendera Thailand. Puluhan ribu bhiksu menggelar upacara doa bersama berharap kondisi perdamaian tetap terjaga.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Maret 2006, 07:56 WIB
Liputan6.com, Bangkok: Gelombang unjuk rasa antipemerintahan Perdana Menteri Thailand Thaksin Sinawatra terus bergulir. Sabtu (25/3), ribuan warga kembali memenuhi jantung Kota Bangkok. Dalam aksi yang dimotori kelompok oposisi, warga kembali mendesak Thaksin segera meletakkan jabatan. Mereka juga meminta Raja Bhumibol Adulyadej untuk turun tangan menengahi konflik politik yang mendera negara Gajah Putih itu. Seperti yang pernah dilakukan, saat tergulingnya rezim militer dari tampuk kekuasaan Thailand pada 1992.

Sejauh ini aksi unjuk rasa menentang Thaksin masih berlangsung damai. Tapi, banyak kalangan khawatir sikap keras Thaksin menggelar pemilihan umum parlemen April mendatang akan memperburuk gejolak politik di negara itu. Karena itu, 50 ribu bhiksu menggelar upacara doa bersama. Mereka berharap kondisi perdamaian tetap terjaga. Kepolisian Thailand juga senantiasa menyiagakan 30 ribu personel antihuru-hara menghadapi kemungkinan unjuk rasa serupa.

Perdana Thaksin Sinawatra sendiri menegaskan tak akan mengundurkan diri mengingat dukungan mayoritas yang masih mengalir untuknya. Bahkan, Thaksin bersikeras pemilu parlemen tetap dilaksanakan kendati kelompok oposisi memastikan akan memboikotnya [].(ORS/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya