Pribadi yang Matang Tak Mudah Kesurupan

Menurut Danardi Sosrosumihardjo, psikiater Fakultas Kedokteran UI, seseorang dengan kepribadian yang stabil tak mudah kesurupan. Kesurupan dimulai dari seseorang dan menular ke teman-teman yang lain.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Maret 2006, 14:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Beberapa pekan terakhir, berita mengenai kesurupan massal menjadi perhatian khalayak luas. Betapa tidak, fenomena itu terjadi di banyak tempat. Sebut saja, Surabaya, Padang, Lampung, dan Yogyakarta. Gejalanya pun serupa, yakni histeris dan kehilangan kendali diri. Adapun yang menjadi korban umumnya adalah siswi dan buruh wanita.

Di Surabaya, Jawa Timur, misalnya. Sebanyak 30 siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 mengalami gangguan seperti hilang ingatan. Sejumlah guru dan murid percaya, mereka kerasukan roh jahat. Diduga, kejadian itu disebabkan ditebangnya pohon tua yang ada di lingkungan sekolah [baca: Puluhan Murid SMPN 29 Surabaya Kesurupan].

Hal serupa dirasakan sekitar 30 buruh wanita pabrik rokok di Jalan Janti, Kota Malang, Jatim. Mereka berteriak dan meronta tanpa kendali. Sejumlah personel satuan pengamanan pabrik dan warga sempat kewalahan menenangkan mereka [baca: Puluhan Buruh Pabrik Rokok Kesurupan].

Menurut Abu Aqila, penulis buku soal jin, kejadian itu disebabkan maraknya rukiah (guna-guna). Dalam hal ini, banyak orang yang melakukan terapi kepada jin-jin yang jahat kepada manusia. "Dan itu ditanggapi jin yang juga ingin menunjukkan kekuatannya," ujar Aqila dalam dialog di studio SCTV, Jakarta, baru-baru ini. Ikut terlibat dalam dialog Danardi Sosrosumihardjo, psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui sambungan telepon.

Tapi, menurut Aqila, kesurupan tidak terjadi secara bersamaan. Hal itu terlebih dulu dimulai dari seseorang atau dua orang yang kesurupan, lalu merembet ke teman-teman yang lain. Nah, saat masuk ke tubuh seseorang, jin atau setan akan memberi ancaman agar timbul rasa takut pada manusia. "Setelah muncul ketakutan itu, barulah setan bisa infiltrasi ke teman-teman yang lain," jelas Aqila. Danardi sependapat dengan pandangan Aqila. "Itu bisa menular pada sahabat-sahabatnya, bukan ke orang lain," tutur Danardi yang menyebutnya sebagai histeria massal.

Uniknya, sejauh ini sebagian besar korban kerasukan adalah kaum hawa. Menurut Aqila, wanita lebih banyak kesurupan disebabkan pada perasaannya yang sensitif. Karena jika bertemu suatu masalah, perempuan akan memendam dan merenungi persoalan yang dialami. "Sewaktu-waktu jika melamun, perempuan bisa mudah kemasukan," kata Aqila.

Analisa Aqila diamini Danardi. Ia menilai, sisi emosi perempuan lebih banyak berperan. Dan, orang yang mudah kesurupan, rata-rata sedang mengalami masalah individu. "Itu salah satu tanda orang mudah kesurupan," ujar dia. Jadi, kata Danardi, salah satu cara menghindari kesurupan, seseorang harus punya kepribadian yang matang dan stabil.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya