Banjir Belum Surut di Kediri

Petani di Kediri memanen padi lebih awal dari jadwal karena takut hasilnya membusuk setelah berhari-hari terendam banjir. Seorang warga Kecamatan Gebog, Kudus ditemukan terkubur lumpur pascabanjir.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Maret 2006, 18:50 WIB
Liputan6.com, Kediri: Intensitas hujan di wilayah Kediri, Jawa Timur, mulai berkurang. Meski begitu, genangan air masih merendam wilayah Lemahan dan sekitarnya. Tinggi air berkisar satu meter. Petani terpaksa memanen padi lebih awal, baru-baru ini, karena takut hasilnya membusuk. Sementara warga mengumpulkan harta benda sebelum mengungsi ke tempat aman. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam bencana itu.

Banjir di Desa Rahtawau, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus surut. Ratusan warga sudah pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan lumpur yang terbawa bandang. Sukana, seorang warga yang dilaporkan hanyut setelah banjir terjadi sudah ditemukan. Jenazah Sukana ditemukan di kawasan Tepi Kali Gelis, sekitar 10 kilometer dari rumahnya [baca: Tiga Warga Tewas Akibat Banjir di Jateng].

Di Mojokerto, warga Kecamatan Magersari belum berani pulang. Pasalnya, setelah rumah mereka diterjang banjir ketinggian air masih 70 sentimeter. Warga yang mengungsi bergotong royong mendirikan dapur umum di pinggir jalan. Bahan makanan yang dimasak hasil sumbangan sukarela dan warga. Sementara banjir di Kabupaten Pati mulai surut. Panas matahari mengakibatkan lumpur mengering di rumah-rumah warga.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya