Liputan6.com, Kupang: Puluhan buruh dari berbagai daerah di Nusatenggara Timur berunjuk rasa dengan mendatangi Kantor Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) NTT di Kota Kupang, Jumat (17/3). Mereka menuntut lembaga itu segera membayar upah mereka yang tertunda sejak Maret 2004. BP-DAS merupakan badan yang selama ini mengelola aliran Sungai Benanain dan Noelmina.
Dalam aksinya, emosi massa sempat meninggi karena tidak berhasil menemui Kepala BP-DAS, Djoko Wahjono. Mereka mengancam akan menghancurkan kendaraan dan ruangan kantor jika dalam waktu dua kali 24 jam tidak mendapat penjelasan dari Djoko.
Para buruh ini merupakan perwakilan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang, Timor Tengah Utara, dan Alor. Koordinator para buruh, Sigus Lau menjelaskan, upah buruh yang belum dibayarkan mencapai ratusan juta rupiah. Sejak dua tahun silam BP-DAS melalui kontraktornya merekrut buruh dalam rangka gerakan rehabilitasi hutan nasional. Setiap buruh diberi honor sesuai tanaman yang ditanamnya. Honor itulah yang hingga kini belum didapat mereka.(ADO/Didimus Payong Dore)
Dalam aksinya, emosi massa sempat meninggi karena tidak berhasil menemui Kepala BP-DAS, Djoko Wahjono. Mereka mengancam akan menghancurkan kendaraan dan ruangan kantor jika dalam waktu dua kali 24 jam tidak mendapat penjelasan dari Djoko.
Para buruh ini merupakan perwakilan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang, Timor Tengah Utara, dan Alor. Koordinator para buruh, Sigus Lau menjelaskan, upah buruh yang belum dibayarkan mencapai ratusan juta rupiah. Sejak dua tahun silam BP-DAS melalui kontraktornya merekrut buruh dalam rangka gerakan rehabilitasi hutan nasional. Setiap buruh diberi honor sesuai tanaman yang ditanamnya. Honor itulah yang hingga kini belum didapat mereka.(ADO/Didimus Payong Dore)