Korban Tewas Insiden Pantograf Bertambah

Hari ini, korban tewas akibat robohnya pantograf di sekitar Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, bertambah menjadi empat orang. Adalah Aldi yang mengembuskan napas terakhirnya di Ruang ICU RSCM.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Maret 2006, 15:48 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Korban tewas akibat robohnya pantograf di sekitar Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, bertambah menjadi empat orang. Korban terakhir Aldi yang mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ahad (5/3) siang.

Korban meninggal dunia sebelumnya adalah Rahmat, Dedi Junaidi, dan Heri Sucipto. Adapun tiga korban luka-luka dalam peristiwa ini kini masih menjalani pemulihan perawatan di rumah sakit yang sama. Mereka adalah Firman, Ahmad, dan Munandar

Sementara itu, seorang keluarga korban yang datang ke RSCM mengatakan kaget setelah mengetahui anggota keluarganya dikabarkan telah meninggal dunia. Namun, setelah mereka mengeceknya di rumah sakit tersebut ternyata anggota keluarganya masih hidup.

Menurut keluarga korban, biaya pengobatan dan perawatan telah ditanggung PT Kereta Api Indonesia. Berkait hal ini, sebelumnya PT KAI mengatakan tidak akan menanggung biaya para korban karena mereka merupakan penumpang gelap yang tidak membeli tiket.

Insiden robohnya pantograf yang menyangkut di kabel listrik di atap Kereta Rel Listrik jurusan Bogor-Jakarta ini terjadi kemarin siang. Saat kejadian, dua orang tewas ditempat karena terlilit kabel beraliran listrik dan terjatuh saat KRL itu tengah berjalan. Sementara enam penumpang lainnya mengalami luka serius. Dua korban luka-luka telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di RSCM [].

Berdasarkan pantauan SCTV, para penumpang KRL Jabotabek pada hari ini tidak tampak lagi naik ke atas atap gerbong. Sebab, petugas dari PT KAI melarang calon penumpang menaiki atap gerbong yang disampaikan melalui pengeras suara di setiap stasiun [].(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya