Sebelumnya, Hafiz yang demam tinggi sejak lima hari belakangan sempat dirawat di RS Hermina Bekasi, Jawa Barat. Bocah itu diketahui menderita infeksi saluran pernapasan disertai batuk sekaligus radang paru-paru. Khawatir mengidap flu burung, pihak RS Hermina Bekasi kemudian merujuk warga Bekasi Timur itu ke RSPI Sulianti Saroso.
Saat ini di Ruang Isolasi Cempaka RSPI Sulianti Saroso juga ada dua pasien yang diduga flu burung. Mereka adalah Agung Alvian yang dirawat sejak pekan kemarin dan Nur Santina yang masuk Jumat siang. Keduanya adalah kerabat dekat Kiki Maria, korban meninggal akibat flu burung [baca: Flu Burung Kembali Merenggut Nyawa].
Advertisement
Penyebaran flu burung memang belum bisa distop. Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular Departemen Kesehatan, I Nyoman Kandun mengatakan, hingga kini sudah 21 orang tewas karena virus avian influenza. Kebanyakan dari korban berasal dari Tangerang, Banten disusul kemudian Jakarta, Bekasi, Bogor, Bandung serta Indramayu, Jabar.
Jumlah korban meninggal akibat flu burung di Indonesia lebih banyak dibanding kasus serupa di Vietnam dan Thailand. Menurut Nyoman Kandun, tingginya kematian penderita flu burung karena mayoritas dari mereka datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. "Sekitar 50 sampai 70 persen penderita flu burung di RSPI Sulianti meninggal," kata Nyoman Kandun.
Pemerintah sekarang tengah menggalakkan strategi nasional buat mengerem kematian akibat flu burung, di antaranya membentuk 44 rumah sakit rujukan di seluruh provinsi, penyediaan Tamiflu serta sosialisasi ke masyarakat di Pulau Jawa dan Sumatra. Namun, langkah antisipatif itu belum bisa diukur kesuksesannya mengingat dari 24 kasus baru dua yang diketahui sumber penyebarannya.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)