Pangkalan NATO di Afghanistan Diserang, Tiga Tewas

Pengunjuk rasa yang memprotes pemuatan karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad SAW menyerang pangkalan NATO di Kota Maymana, Afghanistan. Tiga orang dilaporkan tewas ditembak dan 22 orang lainnya cedera.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Februari 2006, 01:52 WIB
Liputan6.com, Afghanistan: Aksi protes soal pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW terus berlanjut di berbagai belahan dunia, Selasa (7/2). Di Kota Maymana, sebelah barat laut Afghanistan, pengunjuk rasa bersenjatakan senapan dan granat menyerang pangkalan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dalam insiden ini tiga orang dilaporkan tewas ditembak, 22 cedera, dan 50 orang lainnya terkena gas air mata.

Aksi serupa juga terjadi di Kota Herat, Afghanistan. Lebih dari 3.000 pengunjuk rasa melempari gedung-gedung pemerintah dan pangkalan pasukan penjaga keamanan Italia. Tapi, kejadian ini tak menimbulkan korban jiwa karena Perserikatan Bangsa-Bangsa langsung mengevakuasi para stafnya.

Di Kashmir, India, enam pengunjuk rasa dan dua polisi cedera karena terlibat bentrokan. Keributan ini terjadi karena polisi menghalangi mereka berunjuk rasa. Polisi berusaha membubarkan demonstran dengan menembakkan gas air mata. Polisi menilai, aksi massa yang awalnya berkumpul untuk memperingati Hari Asyura ini tak memiliki izin menggelar unjuk rasa.

Sedangkan sekelompok pengunjuk rasa di Iran kembali menyerang Kedutaan Besar Denmark di Teheran. Selain melempar batu dan bom molotov, pengunjuk rasa membakar sebuah pohon di halaman Kedubes Denmark. Akibat pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW ini, pemerintah Iran bahkan telah menghentikan semua kegiatan perdagangannya dengan Denmark [baca: Memuat Karikatur Muhammad, Tabloid Peta Didemo].

Adapun di Kota Rafah, selatan Jalur Gaza, sekitar 400 orang militan dari Al-Aqsa Brigade--sayap militer gerakan Fatah--membakar bendera Denmark. Selain itu, mereka menembak poster Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen.

Aksi protes pemuatan karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad SAW yang mengarah kepada tindak kekerasan ini menyebabkan pemerintah Denmark khawatir. Pemerintah negara itu akhirnya mengeluarkan peringatan untuk meninggalkan negara-negara yang dianggap tidak aman [baca: Protes Karikatur Nabi Muhammad Tambah Marak].

Peringatan itu ditanggapi positif beberapa warga Denmark yang tinggal di Iran dan Uni Emirat Arab. Mereka menyatakan, sebenarnya belum ada ancaman langsung atas keselamatan mereka di dua negara itu. Namun, demi keamanan, mereka lebih baik kembali ke Denmark.

Pemerintah Denmark juga mengkhawatirkan keamanan pasukannya yang tengah ditugaskan di Afghanistan dan Irak. Akhirnya untuk sementara pemerintah Denmark mengurangi patroli pasukannya serta menggunakan kendaraan lapis baja dalam setiap patroli.(DNP/Uri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya