Tapi, karena pengamanan sangat ketat dan mengetahui Kedubes Denmark diliburkan, akhirnya massa mengurungkan niat. Di hadapan polisi, massa mengutuk para pembuat karikatur. Sejumlah pengunjuk rasa bahkan sempat menangis dalam aksi yang berlangsung damai ini.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, dalam aksi serupa, puluhan mahasiswa setempat membakar bendera negara Denmark. Selain itu, di sejumlah pusat perbelanjaan ditempel berbagai brosur yang mengajak masyarakat memboikot produk negara Skandinavia tersebut.
Advertisement
Sementara itu, sekitar 700 anggota Front Pembela Islam dan sejumlah anggota Himpunan Mahasiswa Islam menggelar istigosah di Masjid Jami, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Selanjutnya massa menuju Gedung DPRD Pamekasan. Massa kemudian berorasi menuntut Kopenhagen meminta maaf kepada umat Islam atas pemuatan karikatur tersebut.
Sedangkan di Parepare, Sulawesi Selatan, puluhan warga setempat dan beberapa partai Islam membuka Posko Jihad Denmark. Sejak dibuka, mereka telah menerima sekitar 60 pendaftar. Selain itu, mereka meminta Pemerintah Denmark menutup surat kabar Jyllands-Posten untuk menjaga keutuhan umat. Walau sebelumnya pihak redaksi koran itu telah meminta maaf.
Di Solo, Jawa Tengah, ratusan mahasiswa dan remaja masjid berunjuk rasa menuntut pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dan memboikot semua produk dari negara Denmark. Aksi yang diwarnai pembakaran boneka berbendera Denmark ini sempat memacetkan arus lalu lintas Yogyakarta-Solo.
Melihat unjuk rasa yang diwarnai perusakan, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta umat Islam dapat bersikap damai. Namun, Din yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia mendesak pemerintah bersikap lebih keras terhadap Denmark. Salah satunya memutuskan hubungan diplomatik sementara dengan Denmark.
Hari ini Kementerian Luar Negeri Denmark mengeluarkan travel warning. Intinya meminta warga negaranya untuk segera meninggalkan Indonesia terkait peningkatan risiko keamanan. Kopenhagen juga telah menutup Kantor Kedubes di Jakarta dan Konsul Kehormatan di Jalan Sambas, Surabaya, Jatim.
Penutupan Konsulat Kehormatan di Surabaya dilakukan atas perintah Duta Besar Denmark di Jakarta. Langkah ini untuk keselamatan staf dan warga sekitar konsulat. Linda, Sekretaris Konsulat Kehormatan Denmark, mengatakan tempatnya bekerja tak ada aktivitas sama sekali. Perempuan ini memprediksi penutupan akan terus dilakukan hingga keadaan kembali normal.
Penutupan ini dilakukan sehari setelah beberapa ormas Islam memprotes pemuatan karikatur yang berujung kericuhan di Surabaya [baca: Demonstrasi di Konjen Denmark dan AS Rusuh]. Jajaran Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya juga telah menetapkan dua orang tersangka perusakan Konsulat Kehormatan Denmark dan Konjen Amerika Serikat itu. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Alwi dan Ali dari FPI tidak ditahan. Mereka hanya dikenai wajib lapor. Menanggapi kasus ini, Habib Abdurrahman, Ketua FPI Jatim, berjanji akan bersikap kooperatif.
Memanasnya situasi di Tanah Air tak urung mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPR. Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Permadi mengingatkan pemrotes. "Jangan beringas sebab kalo beringas menodai agama Islam sendiri," ujar dia.
Nada hampir serupa juga disuarakan Ali Mochtar Ngabalin, anggota Pokja Luar Negeri DPR RI. "Pemerintah harus bisa melakukan langkah-langkah yang cepat dan pasti sehingga tidak mengganggu situasi keamanan dalam negeri," komentar dia. Sedangkan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melindungi warga negara, diplomat, dan aset-aset negara Denmark.
Tidak hanya di Tanah Air, tetapi di mancanegara aksi protes terus berlangsung. Lima orang bahkan tewas dan tujuh cedera dalam aksi serupa di Kabul dan Baghram, Afghanistan, kemarin. Mereka tewas ditembak petugas keamanan yang berusaha meredam kekerasan [baca: Memuat Karikatur Muhammad, Tabloid Peta Didemo]. Di tempat lain di antaranya India dan Iran, belasan orang cedera dalam protes yang sama.
Sejauh ini kemarahan atas pemuatan karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad SAW semakin mengarah kepada tindak kekerasan. Sasarannya adalah Kantor Kedubes Denmark dan negara-negara Eropa lain. Ini menyebabkan pemerintah negara itu mengeluarkan nasihat meninggalkan negara-negara yang dianggap tidak aman, termasuk Indonesia.
Menyusul situasi yang tak kondusif itu, Ahmed Abou Llaben, seorang imam muslim Kopenhagen, menyampaikan pandangannya. Ia mengatakan perusakan dan pembakaran adalah perbuatan yang kontraproduktif, salah, dan tidak dapat diterima menurut ajaran Islam. Pernyataan serupa disampaikan oleh tokoh-tokoh muslim di berbagai negara, termasuk dari Muslim American Society Freedom Foundation di AS.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)