Namun sesampainya di dalam, pengunjuk rasa malah memasuki restoran cepat saji McDonald`s. Di sana, mereka adu mulut dengan anggota satuan pengamanan McDonald`s dan polisi yang berjaga-jaga. Karena dihalangi petugas, mereka pun keluar. Di halaman Mal Ratu Indah, demonstran kemudian membakar bendera Denmark.
Usai menghanguskan bendera, demonstrasi berpindah ke tempat lain. Mereka mendatangi Hotel Sahid Makassar. Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta pengelola hotel menolak tamu dari Denmark.
Advertisement
Kemarin, unjuk rasa memprotes pemasangan karikatur Nabi Muhammad juga berlangsung di depan Gedung Kedutaan Besar Denmark di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Demonstran yang berasal dari simpatisan Front Pembela Islam ini bentrok dengan petugas keamanan gedung. Itu terjadi saat pengunjuk rasa yang hendak masuk untuk menemui pejabat Kedutaan Denmark dihalangi petugas.
Wakil Presiden Jusuf Kalla pun bereaksi serupa dengan pengunjuk rasa. Kalla mengatakan, kebebasan pers tidak seharusnya mencederai perasaan orang lain. Berbagai protes itu pun segera ditanggapi Duta Besar Denmark untuk Indonesia Niels Erik Andersen dengan memohon maaf kepada umat Islam. Sang Dubes menyampaikan maaf saat menerima sejumlah aktivis Majelis Mujahidin Indonesia .
Penyesalan pemuatan karikatur Nabi Muhammad juga disampaikan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen. Pernyataan Rasmussen diungkapkan dalam wawancara dengan Stasiun Televisi Al-Arabiya. Ia mengatakan, pemerintah Denmark mengutuk tindakan apa pun yang menghina agama dan perasaan orang lain.
Sementara di Surabaya, Jawa Timur, ratusan pengunjuk rasa menggelar aksinya di Kantor Perwakilan Perdagangan Denmark di Jalan Sambas. Di tengah orasi, mereka membakar empat surat kabar Eropa yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad .(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)