Kebiasaan merokok Pramoedya memang sulit dihentikan. Padahal, selain jantung, pria yang pada 8 Februari nanti berusia 81 tahun itu juga mengalami gangguan pernapasan. Keadaan ini memaksa Pramoedya harus beristirahat total selama dua pekan di rumah. Memang, usia senja membuat penulis Bumi Manusia (salah satu buku dari Tetralogi Pulau Buru) tersebut membatasi geraknya. Perpustakaan pribadi di lantai dua rumahnya pun kini sudah jarang dijamah.
Menyesuaikan usia tuanya ini, ruang kerja Pramoedya pindah ke samping dapur rumahnya. Letaknya persis berdekatan dengan ruang tidur Pramoedya. Di sinilah hasrat untuk tetap berkarya disalurkan. Salah satunya yaitu dengan membuat kliping tentang pemberitaan peraih Norwegian Authors` Union Award itu buat dikoleksi.
Advertisement
Kendati telah termakan usia, pemikiran Pramoedya masih tajam. "[Usia] 80 saja sudah hebat, masih ditambah satu," kata penulis buku Panggil Aku Kartini Saja itu. Karya sastra buah pikiran Pramoedya mengisi penuh kehidupannya. Saat ini sudah ada lebih dari 50 judul buku tercipta. Seluruh buku peraih hadiah Budaya Asia Fukuoka XI pada 2000 itu sudah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa di seluruh dunia. Makanya tak heran, jika Pramoedya telah belasan kali diunggulkan meraih Hadiah Nobel bidang sastra.(AIS/Teguh Dwi Hartono)