Selawat Dulang Sambut Tahun Baru Islam

Warga Piai Tanah Sirah, Lubuk Kilangan, Padang, menyambut Tahun Baru Islam dengan kesenian Selawat Dulang. Kesenian tradisional yang mulai langka ini muncul saat agama Islam mulai berkembang di ranah Minang.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Januari 2006, 14:24 WIB
Liputan6.com, Padang: Menyambut Tahun Baru Islam 1427 Hijriyah, warga Piai Tanah Sirah, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatra Barat, mementaskan kembali sebuah kesenian tradisional Selawat Dulang. Warga berinisiatif membangkitkan kesenian yang berawal dari Abad 16 ini karena sudah langka dipentaskan.

Selawat Dulang adalah kesenian tradisional Sumatra Barat yang muncul ketika Islam mulai berkembang di Minangkabau. Para pemainnya melantunkan syair-syair yang berirama merdu sambil menabuh dulang atau nampan bulat besar yang biasanya digunakan untuk mengantar sajian-sajian dalam acara adat.

Namun, kali ini para pelaku kesenian menggunakan dulang sebagai pengganti rebana yang lazim digunakan sebagai alat musik. Menurut Buyung Ase Malin, salah seorang pemain Selawat Dulang, biasanya kesenian ini dijumpai pada acara-acara menyambut 1 Muharam, khatam Alquran, musabaqoh tilawatil Quran dan acara keagamaan lainnya.

Armizal, Ketua Panitia Acara menjelaskan, dengan dipentaskannya kembali Selawat Dulang diharapkan kesenian yang mulai langka ini dapat diteruskan dan dicintai oleh generasi selanjutnya. "Jangan sampai benar-benar hilang dari ranah Minang," kata Armizal.

Di Palembang, Sumatra Selatan, untuk pertama kalinya Tahun Baru Islam dimeriahkan dengan atraksi kembang api. Selama beberapa menit, warna warni cahaya kembang api yang kontras dengan langit hitam menghias kota yang terletak di tepi Sungai Musi ini.

Gema perayaan sebenarnya sudah terasa sejak sore hari. Puluhan kendaraan hias dengan mengusung tulisan atau gambar bernafaskan Islam melakukan konvoi keliling kota. Selain pesta kembang api, warga di kota ini juga sempat memanjatkan doa. Mereka berharap agar dalam tahun baru ini kehidupan mereka lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Berbeda dengan acara perayaan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Di pantai selatan ini ratusan warga melakukan acara ritual Larung Sesaji dan doa bersama, dini hari tadi. Dengan menegadahkan kedua tangan, mereka meminta ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan memohon diselamatkan dari berbagai bencana.
   
Usai berdoa, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi Larung Sesaji yang diawali dengan pelepasan burung merpati. Kegiatan ini dianggap sebagai pelepasan dari berbagai bencana. Acara selanjutnya diteruskan dengan pelarungan sesajen lainnya.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya