Keluarga Marwi salah satu contohnya. Dalam satu hari, keluarga Marwi yang berjumlah 10 orang--suami dan delapan anak--membutuhkan dua kilogram nasi aking dengan harga Rp 1.000 per kg. Dengan makan nasi aking, menurut Marwi, biaya untuk makan keluarganya jadi lebih irit. "Kalau makan nasi, kami butuh empat liter beras per hari," kata Marwi.
Pemerintah Kabupaten Serang sebenarnya pernah meminta keluarga Marwi dan yang lainnya berhenti makan nasi aking karena alasan kesehatan. Sayangnya, permintaan tanpa diikuti pemberian bantuan, sehingga warga tak bisa menyanggupinya. "Delapan anak saya harus makan," kata Marwi, memberi alasan.(ICH)
Advertisement