Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. PT Ayodya, sebagai pihak pengembang menyatakan bertanggung jawab atas terjadinya musibah itu. Mereka berjanji akan mencarikan lokasi yang baru kepada pembeli sebagai pengganti.
Sementara jalan di Dusun Galesong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sudah bisa dilalui kendaraan. Namun, petugas masih membersihkan sisa-sisa longsoran di jalan agar tidak licin. Adapun jaringan listrik dan telepon masih terputus. Diperkirakan, perbaikan memakan waktu sepekan.
Advertisement
Jalan yang menghubungkan Kota Malino, Sungguminasa, Sinjai, dan Makassar, ini terputus akibat longsor, Jumat silam. Longsornya tanah disebabkan oleh abrasi di Sungai Jenneberang. Tak hanya itu, 17 tiang listrik dan telepon ikut ambruk. Akibatnya, warga di Kecamatan Tinggi Moncong, Bringbulu dan Parangloe tidak bisa menikmati penerangan. Saluran telepon pun terputus [baca: Jalan Malino-Sungguminasa Tertutup Longsor].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)