Demonstran mendesak pemerintah tidak meloloskan izin penerbitan majalah "telanjang" yang rencananya diluncurkan awal Maret mendatang. Mereka menyatakan penerbitan majalah itu dapat merusak moral seluruh bangsa Indonesia, terutama generasi muda [baca: Pro-Kontra Majalah "Kelinci Berdasi Kupu-Kupu"].
Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Depkominfo Nukman Chalid Sangaji yang menemui sejumlah perwakilan mahasiswa mengatakan, pihaknya tidak berwenang mengeluarkan izin penerbitan. Menurut dia, kewenangan pemberian izin berada di Dewan Pers.
Advertisement
Sementara redaksi Majalah Playboy Indonesia tak mau berkomentar apa pun seputar maraknya penolakan penerbitan majalah khusus dewasa itu. Yang pasti, majalah berlogo "kelinci berdasi kupu-kupu" itu memang kerap menampilkan foto-foto telanjang model perempuan.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)