Liputan6.com, Gorontalo: Banjir merendam ratusan hektare sawah di dua kecamatan di Gorontalo hingga Jumat (20/1). Danau Limboto yang meluap selama dua pekan terakhir menggenangi Kecamatan Batudaa dan Lomboto. Para petani terpaksa memanen sebagian kecil hasil padi yang masih hijau.
Padahal, untuk menanami setiap petak sawah yang berukuran seperempat hektare, para petani telah mengeluarkan modal Rp 400 ribu. Sementara keuntungan yang diharapkan dari harga beras yang tinggi tidak dapat diperoleh. Saat ini, harga beras telah mencapai Rp 5.500 per kilogram. Karena itu, sejumlah petani beralih memetik kangkung dan menangkap ikan untuk menghidupi keluarga.
Sejauh ini, pemerintah kabupaten berupaya mengalihkan dana dari berbagai pos anggaran untuk membantu para korban banjir. Pemerintah juga berjanji memperbaiki kondisi Danau Limboto yang telah dangkal. Namun, hingga sekarang, bantuan itu belum dirasakan langsung oleh para petani [baca: Jakarta Diguyur Hujan Deras].(TNA/Syamsu Panna)
Padahal, untuk menanami setiap petak sawah yang berukuran seperempat hektare, para petani telah mengeluarkan modal Rp 400 ribu. Sementara keuntungan yang diharapkan dari harga beras yang tinggi tidak dapat diperoleh. Saat ini, harga beras telah mencapai Rp 5.500 per kilogram. Karena itu, sejumlah petani beralih memetik kangkung dan menangkap ikan untuk menghidupi keluarga.
Sejauh ini, pemerintah kabupaten berupaya mengalihkan dana dari berbagai pos anggaran untuk membantu para korban banjir. Pemerintah juga berjanji memperbaiki kondisi Danau Limboto yang telah dangkal. Namun, hingga sekarang, bantuan itu belum dirasakan langsung oleh para petani [baca: Jakarta Diguyur Hujan Deras].(TNA/Syamsu Panna)