Bagi warga Kampung Pulo, banjir merupakan langganan. Jika debit air di Pintu Air Manggarai dan Depok, Jawa Barat, dilaporkan meninggi mereka langsung bergerak mencari tempat aman. "Anak-anak dinaikin dulu ke atas [jalan]," kata Rohani, seorang penduduk. Setelah itu, barang-barang berharga diamankan di loteng. Kendati tiap tahun rumahnya selalu kebanjiran, Rohani mengaku "berdamai" karena tidak punya tempat lain untuk bermukim.
Gubernur DKI Sutiyoso mensinyalir ada 78 titik rawan banjir di Jakarta. Untuk menaksir kapan banjir di Jakarta, selain dari tingginya intensitas hujan di wilayah ini, bisa juga diukur dari seberapa lebat hujan di Bogor . Untuk memastikan itu, sejumlah kepala rukun tetangga intensif mengontak penjaga pintu air. Dari pantauan reporter SCTV, siang ini, debit air di pintu air Depok sekitar 118 meter. Meski begitu, warga tetap harus waspada karena air sewaktu-waktu bisa berubah tinggi dan meluap.
Advertisement
Apalagi, berdasarkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika, sepanjang hari ini sebagian besar wilayah di Indonesia akan dilanda hujan dengan intensitas beragam. Buruknya cuaca ini sekaligus menjadi peringatan bagi daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan banjir. Di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi intensitas hujan rendah sampai lebat bakal terus terjadi hingga malam nanti.
Angin kencang berkecepatan 35 kilometer per jam juga berpeluang terjadi di Jakarta sebelah utara dan Tangerang. Sementara khusus di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat, sepanjang siang ini, diprediksi juga dilanda hujan dengan intensitas rendah hingga sedang. Namun pada malam hari kondisi hanya berawan dan tidak turun hujan. Kondisi serupa diprediksi juga terjadi di Bogor. Curah hujan di kota ini bervariasi dari ringan hingga sedang.
Hujan bukan hanya membasahi Jakarta dan sekitarnya. Berdasarkan pantauan citra satelit yang dilansir BMG, daerah lain di Indonesia juga berpeluang hujan. Misalnya, sebagian besar daerah di Pulau Sumatra dan Kalimantan, kecuali Samarinda (Kalimantan Timur) dan Sulawesi, kecuali Palu (Sulawesi Tengah).
Prediksi BMG memang perlu dicermati. Lihat saja, dalam beberapa hari terakhir sebagian daerah di Gresik (Jawa Timur), Pekanbaru (Riau), dan Gorontalo (Sulawesi) terendam banjir. Di Kecamatan Cerme Lerek, Gresik, air melimpah ke pemukiman warga dan areal sawah akibat air Sungai Lamong meluap. Ketinggian air sempat turun, tapi naik kembali sampai dua meter.
Banjir di Gorontalo melanda Desa Tabumela. Warga belum seluruhnya mengungsi karena sarana transportasi terbatas. Banjir telah merendam sumur-sumur sehingga menyulitkan warga mendapat air bersih. Sementara di Pekanbaru, ruas jalan antara Jalan Lingar Sungai Pagar-Kampar Kiri Hilir terputus sekitar 12 kilometer. Akibatnya, lima desa terisolasi.
Indonesia bagian timur juga mendapat perhatian dari BMG. Nelayan di Kupang, Nusatenggara Timur, masih dilarang melaut. Cuaca buruk dan gelombang tinggi mencapai empat meter kerap terjadi di pesisir pantai. Kecepatan angin bisa sampai 30-60 kilometer per jam. Belum lama berselang, Kapal Putra Mandiri dilaporkan tenggelam di Pulau Alor dan menewaskan lima orang. Hingga kini, sembilan awak kapal itu belum ditemukan.
Kondisi cuaca buruk di Makassar, Sulawesi Selatan, terjadi beberapa minggu ini. Mendung dan hujan silih berganti terjadi. Menurut BMG setempat, curah hujan memang masih normal. Namun, dalam kurun waktu akhir Januari ini hingga Februari diperkirakan curah hujan akan meningkat mencapai 5.000 hingga 8.000 milimeter. Pemerintah Provinsi Sulsel mengaku, siap mengantisipasi banjir dengan membentuk posko koordinasi penanggulangan bencana alam.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)