Tiga Warga Tewas Tertimbun Longsor

Sedikitnya tiga orang tewas dan 15 warga luka-luka serta ratusan rumah masih tertimbun tanah akibat longsor di Desa Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara. Hingga kini, proses evakuasi warga masih kesulitan.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Januari 2006, 14:08 WIB
Liputan6.com, Banjarnegara: Musibah tanah longsor menerjang Dusun Gunung Raja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (4/1) sekitar pukul 05.00 WIB. Sedikitnya tiga orang tewas dan 15 warga mengalami luka-luka serta lebih dari seratus rumah tertimbun tanah longsor.

Menurut Gatot Yahya Setiadi, anggota Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Banjarnegara, upaya evakuasi warga masih terus dilakukan hingga siang ini. "Untuk sementara evakuasi masih mengalami kesulitan karena tanah longsornya terlalu besar," ujar Gatot kepada Alfito Deannova Gintings, presenter SCTV.

Akibat musibah ini, sejumlah warga diperkirakan masih di dalam rumah dan sebagian lainnya sudah menyelamatkan diri. "Kemungkinan masih banyak orang yang tertimbun tanah longsor," ungkap dia menceritakan kondisi terakhir di lokasi bencana.

Gatot menambahkan, lokasi bencana merupakan daerah rawan tanah longsor karena musibah ini kerap terjadi. Sementara saat kejadian banyak warga yang lari terpontang-panting menghindari tanah longsor. "Hujan gerimis dan longsor susulan sempat terjadi tadi pagi tapi tidak besar," kata dia.

Saat ini, korban luka-luka sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banjarnegara. Sedangkan korban selamat sebagian sudah ditampung di balai desa setempat. Kendati demikian, Gatot mengatakan jumlah korban yang selamat belum terdata. Sebab, sebagian warga ada yang menyelamatkan diri ke rumah sanak familinya di desa terdekat.

Sementara itu, Gatot menuturkan sebelum musibah terjadi warga setempat sudah diberikan peringatan dini beberapa waktu lalu oleh pihak Satkorlak. "Sosialisasi penanggulangan bencana tanah longsor sudah dilakukan sebelumnya," kata Gatot.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya