Semasa hidup, almarhumah konsisten dengan karyanya yang mengambil objek kehidupan sehari-hari. Aliran Masmundari cenderung naratif bahkan naifisme. Peristiwa yang dilihatnya seperti pesta nikah, Lebaran, atau penggusuran ditorehkan pada kertas lukis yang dibentuk menyerupai lampion. Gaya inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan damar kurung [baca: Masmundari, Pelukis Damar Kurung Tertua].
Sejumlah penghargaan termasuk undangan ke Istana Negara di era Presiden Soeharto pernah diterima anak pasangan A. Sukiman dan Kotijah ini. Kini, karya Masmundari menjadi koleksi sejumlah pecinta seni dan tentu saja menjadi ikon Kota Gresik.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement