Ribuan Tentara Ditarik dari Tanah Rencong

Sebanyak 1.600 anggota pasukan detasemen pemukul, satuan hukum, dan satu batalyon infanteri dari Kalimantan Barat dan Jakarta meninggalkan Aceh. Penarikan pasukan TNI nonorganik disaksikan pihak AMM.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Desember 2005, 02:34 WIB
Liputan6.com, Aceh Utara: Lebih dari 1.600 anggota TNI nonorganik kembali ditarik dari Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (20/12). Penarikan ribuan tentara ini adalah gelombang pertama tahap keempat yang dilakukan melalui Pelabuhan Umum Kreung Geukuh, Aceh Utara, NAD. Panglima Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Supiadin A.S. dan sejumlah anggota tim Aceh Monitoring Mission (AMM) hadir dalam kesempatan ini.

Penarikan ini adalah tindak lanjut dari nota kesepakatan damai antara RI dan Gerakan Aceh Merdeka yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus silam []. Seluruh anggota TNI yang dipulangkan adalah pasukan detasemen pemukul, satuan hukum dan satu batalyon infanteri yang berasal dari Kalimantan Barat dan Jakarta. Sebelumnya, mereka bertugas di Kabupaten Aceh Timur.

Sejumlah peralatan operasi seperti speedboat dan kendaraan militer juga ditarik. Hingga kini, lebih dari 19 ribu personel TNI dan polisi telah dipulangkan. Sementara itu, penarikan empat ribu pasukan lain yang masih bertugas di Bumi Serambi Mekah juga akan dilakukan dalam waktu dekat.

Senin silam, pihak GAM kembali menyerahkan 37 pucuk senjata kepada tim Aceh Monitoring. Penyerahan senjata tahap terakhir ini berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Berdasarkan pantauan SCTV, dari 37 pucuk senjata yang diserahkan GAM hanya 35 yang diterima AMM.

Menurut Supiadin, GAM saat ini sudah tidak memiliki senjata lagi. "Apabila senjata milik GAM masih ditemukan itu adalah tindakan kriminal," Supiadin menegaskan.

Dengan penyerahan senjata tahap akhir ini, GAM telah menyerahkan sebanyak 738 pucuk atau masih kurang 71 senjata dari jumlah yang disepakati antara RI dan GAM yaitu 840 pucuk. GAM mengaku sudah menyerahkan seluruh senjatanya. Kendati demikian, menurut pihak RI, GAM belum memenuhi kuota penyerahan senjata seperti yang ditetapkan dalam nota kesepakatan damai di Helsinki [].(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya