Kontrakan Azahari Jadi Tontonan Warga

Sebelumnya warga tak pernah menduga kalau rumah nomor 7 di Jalan Flamboyan Raya yang pintunya selalu tertutup rapat itu menjadi persembunyian Dr. Azahari, teroris paling dicari di Asia Tenggara.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 November 2005, 08:41 WIB
Liputan6.com, Batu: Asap sudah tak lagi membubung dari rumah tipe 36 itu. Yang tersisa hanyalah puing yang berserakan di mana-mana. Rumah nomor 7 di Jalan Flamboyan Raya, Kota Batu, Jawa Timur, itu kini jadi tontonan warga setempat yang penasaran [baca: Dua Ledakan Terjadi di Malang].

Bisa jadi warga setempat penasaran. Sebab, sebelumnya mereka tak pernah menduga kalau rumah yang pintunya selalu tertutup rapat itu menjadi persembunyian Dr. Azahari bin Husin, teroris paling dicari di Asia Tenggara. Tapi, warga tak bisa mendekat karena garis polisi sudah melingkari vila berlantai dua itu.

"Rumah itu dihuni banyak orang. Saya cuma  mengenal dua orang saja, Yahya dan Yudi. Mereka mengaku bekerja di Semarang, Jawa Tengah," kata Anil, warga setempat yang diwawancarai reporter SCTV Bayu Sutiyono, Kamis (10/11) pagi. Menurut dia, kedua orang itulah yang sering ke luar rumah.

Pemuda yang kediamannya hanya berjarak tiga rumah dari lokasi kejadian itu menuturkan, jam 15.00 WIB [kemarin] sekitar 20 polisi mengepung rumah yang diduga dihuni Azahari. Beberapa polisi naik ke genting rumah di sekitar tempat kejadian. "Saat itu warga sudah diperintah masuk ke rumah masing-masing," ungkap Anil.

Selang satu jam kemudian, tambah Anil, tiba-tiba terdengar baku tembak yang disusul dengan ledakan cukup keras. Senyap sesaat, tembak-menembak kembali terdengar. Tak berapa lama terdengar lagi ledakan kedua. "Saya sempat mau naik ke atap rumah, tapi diomelin polisi," terang lelaki berbadan kurus itu.

Sekitar pukul 18.00 WIB, polisi menguasai lokasi kejadian sepenuhnya. Namun, polisi belum bisa masuk ke dalam rumah karena saat itu dikhawatirkan masih ada bom aktif yang tersisa. Tiga penghuni rumah yang diserbu itu tewas. Seorang dari tiga korban tewas diyakini sebagai Dr. Azahari [baca: Azahari Tewas].

Suasana di Perumahan Flamboyan Indah Blok A, kini, sudah tak mencekam lagi. Walau begitu, sejumlah polisi terlihat masih bersiaga di sekitar lokasi. Dijadwalkan, siang nanti, polisi akan menyelidiki lebih jauh rumah yang sudah hancur itu.

Sedangkan rencana evakuasi para korban masih simpang siur. Kamerawan SCTV Winanto Nugroho yang merekam bangkai rumah tak melihat ada jenazah di sana. Besar kemungkinan jenazah para korban sudah dievakuasi. "Jenazah sudah dipindahkan pagi-pagi sekali," kata Anil.(ICH)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya