Warga Dua Desa di Sukolilo Tawuran

Ratusan warga Desa Wotan dan Desa Baturejo, Pati, Jawa Tengah, terlibat tawuran massal. Peristiwa ini terjadi setelah beberapa warga Desa Wotan yang baru mudik dari Jakarta dikeroyok warga Desa Baturejo.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 November 2005, 03:00 WIB
Liputan6.com, Sukolilo: Ratusan warga Desa Wotan dan Desa Baturejo di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, terlibat tawuran massal, Rabu (2/11) dini hari. Akibat peristiwa ini, lima warga terluka, dua di antaranya mengalami luka tembak. Selain itu, empat rumah warga rusak dan terbakar.  

Informasi yang dihimpun SCTV di lokasi kejadian menyebutkan, tawuran yang terjadi usai sahur ini dipicu perseteruan lama antara dua desa. Perselisihan kembali terulang setelah beberapa warga Desa Wotan yang baru mudik dari Jakarta dikeroyok warga Desa Baturejo.

Peristiwa ini karuan saja memancing emosi warga lainnya. Tawuran massal pun terjadi. Ratusan warga dari kedua desa tersebut saling lempar batu dan bom molotov. Bahkan beberapa warga ada yang menggunakan senapan angin. Ngatiah dan Solekan, dua warga, mengisahkan, kejadian itu berlangsung sangat cepat. "Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja ratusan atau mungkin ribuan orang langsung saja menyerang desa kami," kata Solekan.  

Tawuran susulan bisa dicegah setelah dua satuan setingkat kompi dari Kepolisian Sektor Sukolilo dibantu personel dari Kepolisian Resor Pati dan anggota TNI memisahkan mereka dengan membuat barikade. Situasi keamanan di kedua desa, hingga Rabu sore sudah bisa dikendalikan.

Tak hanya itu, polisi juga telah memanggil dan mengumpulkan perwakilan warga ke dua desa di Markas Polsek Sukolilo. Mereka diminta membuat perjanjian untuk tidak saling menyerang lagi. Meski demikian, emosi warga belum sepenuhnya padam. Beberapa orang masih terlihat membawa sejumlah senjata tajam seperti golok, celurit dan bambu runcing.

Sementara itu, sampai Rabu malam kelima warga yang terluka masih menjalani perawatan di rumah sakit. Empat orang dirawat di RS Yakum, Purwodadi, Jateng. Mereka adalah Sutoyo, Sumargo yang mengalami luka tembak dari senapan angin. Kemudian, Budiman dan Masrukan yang terluka akibat lemparan batu. Sedangkan, seorang warga lainnya dirujuk ke RS Elisabeth, Semarang.

Keempat korban ini mengaku tidak tahu sama sekali mengapa tawuran tersebut terjadi. Mereka ini rencananya akan merayakan Lebaran di kampung dan baru saja tiba mudik dari Jakarta.

Aksi tawuran massal ini meninggalkan keprihatinan dan rasa sesal, terutama bagi warga yang tidak mengetahui pangkal persoalannya. Sudirah, misalnya. Ibu rumah tangga yang tidak tahu apa-apa ini harus menjadi korban. Dia hanya bisa menangis setelah sebagian rumah yang ditempatinya hangus terbakar. "Mudah-mudahan saja ada yang mau membantu, sehingga rumah saya bisa diperbaiki kembali," kata Sudirah.

Kejadian ini pun tak hanya menimbulkan kerugian harta benda. Aktivitas warga di kedua desa itu jadi terhenti. Jatah beras yang sedianya akan diberikan sebagai zakat fitrah menjelang Lebaran  batal diberikan.

Pascatawuran, ratusan polisi dan tentara melakukan penyisiran di sejumlah lokasi bekas tawuran untuk mencari senjata tajam dan barang terlarang lainnya. Senjata-senjata ini diperkirakan digunakan warga saat terlibat perkelahian. Di tempat ini, polisi menemukan sejumlah senjata tajam seperti, golok, celurit, senapan angin dan bom molotov. Seluruh barang  ini, kemudian diamankan di Mapolsek Sukolilo.(IAN/Yudi Sutomo dan Taufan Yudha)
 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya