Pemilik Bajaj Keberatan Membeli Mobil Kancil

Para pemilik bajaj mengaku keberatan dengan harga mobil Kancil sebesar Rp 30 juta. Pasalnya, mereka tak yakin perawatan mobil kecil berkekuatan 13 setengah kali tenaga kuda itu lebih mudah dan murah.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 April 2001, 14:34 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Rencana penggantian angkutan umum bajaj dengan mobil Kancil mengundang kontroversi. Sebab belakangan, para pemilik bajaj di Ibu Kota mengaku keberatan jika harus membeli Kancil seharga Rp 30 juta per unit. Selain itu, mereka juga belum yakin perawatan akan lebih mudah dan murah. Hal itu diungkapkan seorang pemilik bajaj Siti Pariah di Jakarta, baru-baru ini.

Sebenarnya Siti berharap, pemerintah bisa menurunkan harga jual Kancil. Maklum saja, menurut dia, harga sebesar Rp 30 juta untuk mobil kecil berkekuatan 13 setengah kali tenaga kuda itu juga masih terlalu mahal. Selain itu, minat memiliki Kancil tersebut agaknya juga masih setengah hati. Siti menduga, biaya perawatan bakal jauh lebih mahal ketimbang yang selama ini dikeluarkan saat mengelola bajaj.

Dalam pemahaman perempuan yang dikenal sebagai juragan besar bajaj di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini, seharusnya pemerintah merealisasikan dulu pergantian bajaj dengan Kancil. Lantas, soal harga beli juga mesti dipikirkan matang. Dengan begitu, tambah Siti, pengusaha angkutan tak memasang tarif tinggi untuk mengimbangi pembayaran cicilan pembelian Kancil tadi.

Meski dianggap terlalu mahal, berbagai kalangan mengakui bahwa Kancil jauh lebih baik dan lebih layak digunakan sebagai kendaraan angkutan dalam kota di Jakarta. Masalah pergantian ini muncul ketika produsen mobil PT Kancil dari Bandung, mempresentasikan solusi transportasi itu di depan jajaran Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan DKI Jakarta, Jumat (6/4). Spesifikasi kebolehan Kancil pun digelar.

Sebelumnya pemerintah memang berniat menghentikan impor bajaj plus suku cadang dari India sejak 1980. Langkah tadi diharapkan mampu mematikan bajaj secara alami. Kendati demikian, kenyataannya bajaj tetap bertahan hingga sekarang. Sampai saat ini, jumlah transportasi yang banyak terlihat di jalan raya di Jakarta ini mencapai 14.614 unit.

Masalah pergantian ini juga menimbulkan pro dan kontra. Barisan pendukung kehadiran Kancil adalah para sopir bajaj. Mereka menganggap pergantian ini bakal mendongkrak pendapatan mereka. Sedangkan yang kontra adalah para pemilik bajaj dan sejumlah anggota DPRD. Kelompok ini meminta pemerintah untuk menimbang kembali rencana tersebut.(ORS/Andre Bangsawan dan Binsar Rahadian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya