Pengejaran dan penyisiran terhadap kelompok aliran sesat ini akan dipusatkan di Dusun Salena. Dusun yang terletak di bagian barat Kota Palu, Sulawesi Tengah, itu selama ini memang menjadi markas mereka. Pencarian juga dilakukan di seluruh dusun di Kelurahan Buluri dan Tipo. Untuk mencegah kaburnya kelompok Madi, polisi menutup seluruh akses keluar dan masuk kawasan itu.
Sementara itu, dua polisi yaitu Brigade Polisi Satu Sugeng dan Brigade Polisi Dua Parajaman sampai saat ini masih belum diketahui nasibnya. Kedua polisi ini diduga disandera kelompok Madi dan dibawa ke tempat persembunyian di Hutan Gawalise di sekitar Dusun Salena. Daerah itu berjarak sekitar 11 kilometer sebelah tenggara Kota Palu. Sedangkan dua anggota polisi lainnya yaitu Briptu Rizal dan Briptu Rustam Lainti dikabarkan selamat [baca: Polisi Masih Mengejar Kelompok Mahdi].
Advertisement
Di tempat terpisah, dua jenazah polisi yang tewas dalam bentrokan dengan kelompok Madi, hari ini akan dimakamkan. Jasad Kepala Satuan Samapta Kepolisian Resor Kota Palu Ajun Komisaris Polisi Fuadi Cholis akan dikuburkan di Luwuk. Sebelumnya, korban sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palu karena menderita luka cukup serius di bagian perut akibat sabetan parang [baca: Insiden Berdarah Salena Ditangani Polda Sulteng].
Sedangkan jenazah Kasat Intelijen dan Keamanan AKP Imam Dwi Haryadi, dini hari tadi berhasil dievakuasi tim search and rescue dan Brigade Mobil Polda Sulteng. Korban ditemukan di dasar jurang setelah tim evakuasi mencari selama delapan jam. Saat ini jenazah disemayamkan di RS Bhayangkara. Siang ini, jasad Dwi Haryadi akan diterbangkan ke Banyumas, Jawa Tengah.
Tiga hari sebelum bentrokan berdarah di Dusun Salena, Palu Barat, Selasa kemarin, koresponden SCTV Syamsudin berhasil merekam kegiatan sekte ini. Aliran sesat ini dipimpin Madi. Pria berusia 32 tahun ini hanya lulusan pendidikan kelas dua Tsanawiyah. Statusnya sebagai seorang dukun selama ini, kerap didatangi warga untuk berobat. Ini membuat Madi lebih mudah menyebarkan ajarannya.
Sejak dua tahun silam, Madi mulai mengembangkan ajarannya di Dusun Salena, Palu Barat. Para pengikutnya mengaku beragama Islam. Namun mereka merasa tak berkewajiban menjalankan perintah agama itu. Madi melarang para pengikutnya beribadah sebelum menjadi orang suci. Dalam ajarannya, yang diyakini sudah suci adalah Madi dan keempat pengawalnya.
Ritual yang mereka jalani bahkan lebih mirip dengan ajaran yang dilakukan suku-suku kuno di daerah pegunungan Sulteng. Kepada para pengikutnya, Madi mensyaratkan agar mereka patuh padanya dan menjalankan adat. Para pemeluk juga dilarang berjudi dan berzinah. Sampai saat ini setidaknya 90 kepala keluarga menjadi pengikut ajaran lelaki tersebut.(BOG/Syamsudin)