Warga sengaja mendatangi rumah dan berkeliling desa sambil memainkan musik serta atraksi beberapa hewan tiruan seperti, harimau, singa, gajah ataupun hewan lainnya. Sedangkan yang menjadi primadonanya adalah Buroq seekor hewan berbentuk mirip kuda berkepala seorang gadis cantik.
Wasjan Ketua Kelompok Kesenian Buroq menjelaskan selain membangunkan warga, atraksi ini juga dimaksudkan untuk menghibur warga. Buroq sebenarnya sudah jarang dimainkan. Namun, kesenian ini tengah diupayakan agar bisa tetap ditampilkan, paling tidak selama Ramadan setiap tahunnya.
Advertisement
Sementara itu, para perajin songkok di Jalan Sindujoyo, Kota Gresik, Jawa Timur, saat ini kebanjiran pesanan hingga 200 persen dibanding hari biasa. Pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini biasanya terjadi sejak satu bulan sebelum Ramadan.
Selain ke beberapa daerah di Tanah Air, songkok produk rumahan ini juga banyak dikirim ke Malaysia dan Singapura. Akibat bertambahnya pesanan, para perajin terpaksa harus kerja lembur. Tak hanya itu, mereka juga mesti menambah modal hingga Rp 100 juta. Dengan harga jual mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per kodi, mereka rata-rata mendapat keuntungan sebesar 15 persen dari modal awal.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)