Sopir Angkot di Bitung Menuntut Kenaikan Tarif

Para sopir mendatangi acara ulang tahun Kota Bitung dan mengamuk karena permintaan mereka tidak direspons. Mereka mendesak pemerintah daerah menaikkan ongkos angkutan dari Rp 1.800 menjadi Rp 2.000 per orang.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Oktober 2005, 08:27 WIB
Liputan6.com, Bitung: Sopir angkutan kota mengamuk di rumah dinas Wali Kota Bitung, Sulawesi Utara, baru-baru ini. Para sopir marah karena demonstrasi mereka tidak dihiraukan pejabat yang hadir. Mereka meminta pemerintah meralat harga angkutan baru, dari Rp 1.800 menjadi Rp 2.000 per orang.

Sementara di Kecamatan Kewapante, Sikka, ratusan warga setempat minta dipasok air bersih. Pasalnya, mata air yang biasa dipakai warga mengering akibat musim kemarau. Untuk mendapat air penduduk harus antre berjam-jam.

Penduduk miskin di Medan, Sumatra Utara, mendatangi Kantor Badan Pusat Statistik setempat untuk menuntut nama mereka dimasukkan sebagai penerima kartu kompensasi bahan bakar minyak (KKB). Sebab, penerima KKB banyaknya warga mampu. BPS didesak menarik kembali KKB dan dana kompensasi senilai Rp 300 ribu yang telanjur dibagikan.

Sebuah colt jurusan Bogoran menubruk sepeda motor dan sebuah toko di samping Gang Siliwangi, Kampung Cibolang Gardu, Sukabumi, Jawa Barat. Akibatnya, seorang tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Polri Sukabumi. Empat korban lain hingga kini dirawat karena cedera parah.

Sebagian besar nelayan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah menggunakan minyak tanah atau solar oplosan untuk bahan bakar kapal. Bahan bakar alternatif ini menyusul kenaikan harga BBM per 1 Oktober silam. Nelayan mengaku tak sanggup membeli solar yang harganya mencapai Rp 2.600 sampai Rp 2.800 per liter. Sementara harga dari pemerintah Rp 2.000. Buntutnya, banyak nelayan menganggur atau menyewakan perahu untuk turis memancing.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya