Pertamina Akan Menemui Pembeli Gas Cair

Pertamina akan menjelaskan kepastian pengiriman gas alam cair ke para pembeli luar negeri akibat penghentian PT ExxonMobil. PT Pupuk Iskandar Muda Aceh terpaksa merumahkan karyawannya.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 April 2001, 21:06 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pertamina akan segera bertemu dengan para pembeli gas alam cair (LNG) untuk membicarakan kepastian pengiriman pesanan para pembeli. Itu dilakukan menyusul penutupan sementara PT ExxonMobil di Aceh. Demikian ditegaskan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim di Jakarta, baru-baru ini. Maklum, hingga sekarang perusahaan gas alam cair milik Amerika Serikat itu belum juga beroperasi. Padahal, TNI telah mengerahkan pasukan untuk menjaga keamanan di lokasi tersebut.

Tindakan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, penghentian tersebut mengganggu aktivitas produksi perusahaan yang memasok gas dari ExxonMobil. Kendati begitu, Baihaki menyatakan belum berencana menuntut perusahaan tersebut. Namun, masalah ini tak pelak memuyengkan Pertamina. Sebab, penutupan ExxonMobil menganggu pesanan gas dari luar negeri. Karena itu, Baihaki berencana membicarakan persoalan tadi dalam waktu dekat. Sementara itu, ExxonMobil berkali-kali menegaskan akan kembali beroperasi jika keadaaan sudah benar-benar aman.

Di sisi lain, penutupan ExxonMobil berdampak buruk pada PT Pupuk Iskandar Muda Aceh. Perusahaan tersebut merumahkan 1.000 karyawan gara-gara pasokan gas dari ExxonMobil mandek sejak 9 Maret silam. Akibatnya, pabrik itu kehilangan puluhan miliar rupiah karena tak memproduksi 54.250 ton pupuk.

Sementara itu, 150 karyawan bekerja secara bergantian per dua hari. Para pekerja ini terutama dari bagian perawatan yang harus menghidupkan mesin, petugas keamanan, dan rumah sakit. Sedangkan bagian produksi dan pemasaran terpaksa dirumahkan. Selain karyawan tetap, PT Pupuk Iskandar Muda juga mempekerjakan 1.500 karyawan dari kontraktor dan subkontraktor. Mereka juga terancam pemutusan hubungan kerja. Maklum, hingga kini, kepastian pengoperasian pabrik belum jelas. PT Pupuk Iskandar Muda yang didirikan 1982 itu, dalam kondisi normal rata-rata memproduksi 1.750 ton pupuk urea per hari.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya